TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kecamatan Tigaraksa terus menjalankan program bedah rumah bagi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini difokuskan untuk membantu warga yang masih tinggal di hunian yang belum memenuhi standar kelayakan.
Berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan, tercatat sebanyak 320 RTLH tersebar di wilayah Kecamatan Tigaraksa. Namun, pada tahap pelaksanaan saat ini, sebanyak 49 rumah menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan.
Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.960.000.000. Setiap unit rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp40 juta yang digunakan untuk memperbaiki kondisi bangunan agar lebih layak huni.
Camat Tigaraksa Cucu Abdurosyied mengatakan, bahwa program bedah rumah ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam memberikan hunian yang aman dan sehat bagi masyarakat.
“Program ini menjadi salah satu prioritas kami di Kecamatan Tigaraksa. Kami ingin memastikan masyarakat dapat tinggal di rumah yang layak, aman, dan sehat,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 14 April 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui proses verifikasi yang ketat. Hal tersebut dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami melakukan pendataan dan verifikasi secara menyeluruh. Dari 320 RTLH yang terdata, kami menetapkan 49 rumah sebagai prioritas utama berdasarkan tingkat kerusakan dan kondisi ekonomi pemiliknya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Cucu menegaskan bahwa terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penerima bantuan. Di antaranya, rumah yang akan dibedah tidak dalam sengketa, memiliki sertifikat atau bukti kepemilikan yang sah, serta bukan milik orang lain.
“Persyaratan ini penting untuk menghindari masalah di kemudian hari. Kami ingin program ini berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menambahkan, bahwa program bedah rumah hingga saat ini masih terus berjalan dan dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran.
“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu dan tidak ada lagi rumah tidak layak huni di wilayah Tigaraksa,” tambahnya.
Selain meningkatkan kualitas hunian, program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
“Kami ingin masyarakat hidup lebih nyaman. Rumah yang layak tentu akan berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan keluarga,” tutupnya. (*)
Reporter: Randy Yastiawan











