TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Persaingan masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Tangerang tahun ajaran 2026 dipastikan semakin ketat. Pasalnya, sekitar 63 ribu siswa lulusan Sekolah Dasar (SD) tahun ini akan berebut bangku SMP Negeri yang daya tampungnya hanya sekitar 22 ribu kursi.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dedy Haryanto, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru.
“Jumlah lulusan SD tahun ini sekitar 63 ribu siswa. Sementara daya tampung SMP Negeri kita hanya sekitar 22 ribu siswa. Artinya memang persaingannya cukup ketat,” ujar Dedy, Selasa 14 April 2026.
Ia mengibaratkan proses penerimaan siswa baru tersebut seperti “war ticket” karena tingginya minat masyarakat untuk masuk sekolah negeri.
“Kalau istilahnya itu seperti war tiket, karena memang banyak yang ingin masuk SMP Negeri,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang mulai menyiapkan sistem penerimaan siswa baru secara matang. Salah satunya melalui pendaftaran online yang akan kembali diterapkan secara bertahap.
Dedy menjelaskan, tahun lalu sekitar 50 persen SMP Negeri sudah menerapkan pendaftaran online. Tahun ini, jumlah sekolah yang menggunakan sistem digital kemungkinan masih berkisar di angka tersebut sambil dilakukan evaluasi.
“Tahun lalu sempat terjadi gangguan server karena banyak akun ganda. Harusnya lulusan 63 ribu, tapi yang mendaftar sampai lebih dari 70 ribu. Tahun ini kita perbaiki sistem agar satu akun hanya bisa login satu kali,” jelasnya.
Selain itu, penerimaan siswa baru tetap menggunakan beberapa jalur, yakni jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua. Jalur domisili sendiri menggantikan sistem zonasi sebelumnya dengan mempertimbangkan jarak tempat tinggal siswa dengan sekolah.
“Tahun ini juga ada tambahan Tes Kemampuan Akademik (TKA), tapi tidak menjadi syarat mutlak. Penilaian tetap dikombinasikan dengan nilai rapor,” ujarnya.
Untuk mengatasi keterbatasan daya tampung SMP Negeri, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menyiapkan solusi melalui program sekolah swasta gratis. Program tersebut diharapkan dapat menampung siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.
“Kita ingin semua siswa tetap bisa sekolah. Yang tidak tertampung di negeri bisa masuk sekolah swasta yang ikut program sekolah gratis,” kata Dedy.
Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang saat ini masih menyusun teknis pelaksanaan penerimaan siswa baru.
“Sosialisasi kepada masyarakat dijadwalkan mulai intensif pada Mei mendatang, sementara pendaftaran direncanakan dibuka pada Juni 2026,” katanya. (*)
Reporter: Dani mukaro











