WFH Dipilih Hari Jumat, Pengamat Nilai Lebih Efektif

Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta), Muhammad Lukman Hakim.

 

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kebijakan Work From Home (WFH) yang mulai diterapkan di sejumlah daerah, termasuk di Provinsi Banten, terus menuai perhatian. Selain dinilai mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), pemilihan hari pelaksanaan WFH pada hari Jumat juga dinilai lebih efektif.

Bacaan Lainnya

Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Muhammad Lukman Hakim mengatakan, pemilihan hari Jumat memberikan kesempatan lebih panjang bagi pegawai untuk berkumpul bersama keluarga.

“Kalau saya melihatnya, kenapa dipilih hari Jumat, mungkin supaya waktu bersama keluarga menjadi lebih lama. Misalnya tiga hari berturut-turut bersama keluarga tentu terasa berbeda dibandingkan kalau dipotong di tengah minggu,” ujarnya, Senin 13 April 2026.

Ia menjelaskan, jika WFH diterapkan di tengah pekan seperti hari Rabu, ritme kerja dan waktu istirahat menjadi terputus. Sementara jika ditempatkan di hari Jumat, pegawai bisa memanfaatkan waktu secara lebih optimal hingga akhir pekan.

Namun demikian, kebijakan tersebut juga memunculkan kekhawatiran dari sebagian masyarakat. WFH di hari Jumat dinilai berpotensi membuka peluang long weekend yang bisa dimanfaatkan untuk bepergian atau berlibur, bukan bekerja dari rumah.

Menanggapi hal itu, narasumber menilai kekhawatiran tersebut tetap perlu diantisipasi melalui sistem pengawasan dan indikator kinerja yang jelas. Menurutnya, WFH tetap harus berorientasi pada produktivitas, bukan sekadar fleksibilitas kerja.

Di sisi lain, ia juga menilai WFH cukup efektif dalam menekan penggunaan BBM. Pengurangan mobilitas pegawai secara langsung berdampak pada berkurangnya perjalanan harian, terutama bagi pegawai yang tinggal jauh dari kantor.

Selain WFH, ia juga mendorong pemerintah untuk melakukan langkah lain guna menghemat BBM, seperti mengurangi perjalanan dinas yang tidak mendesak dan mempercepat digitalisasi administrasi pemerintahan.

“Misalnya berkirim surat antarinstansi tidak perlu lagi menggunakan dokumen fisik. Bisa menggunakan surat elektronik. Begitu juga rapat-rapat, bisa dialihkan menggunakan video conference,” jelasnya.

Menurutnya, langkah digitalisasi tersebut tidak hanya menghemat BBM, tetapi juga mendorong aparatur sipil negara untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Ia pun menilai, kebijakan WFH yang diterapkan pada hari Jumat dapat menjadi langkah awal menuju sistem kerja pemerintahan yang lebih efisien.

“Selama tetap disertai dengan pengawasan kinerja yang terukur dan pemanfaatan teknologi secara maksimal, ” katanya. (*)

 

Pos terkait