TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Daan Mogot 3 Kota Tangerang terus konsisten memperkuat karakter siswa melalui kegiatan rutin upacara bendera setiap Senin pagi. Kegiatan ini tidak lagi dipandang sekadar seremonial mingguan, melainkan telah bertransformasi menjadi laboratorium mental bagi para siswa sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Pihak sekolah menyadari bahwa kecerdasan akademik harus dibarengi dengan kepercayaan diri yang kuat. Oleh karena itu, penugasan sebagai petugas upacara diberikan secara bergilir guna memastikan setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berdiri di depan ratusan pasang mata rekan-rekan dan guru mereka.
Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Gilang, Wali Kelas 6B SDN Daan Mogot 3 Kota Tangerang. Ia menjelaskan, keberanian tampil di depan publik adalah bekal utama yang ingin diwariskan sekolah kepada anak didik mereka. Menurutnya, pengalaman langsung menjadi pusat perhatian saat menjalankan tugas kenegaraan. Oleh karena itu, sekolah memberikan dampak psikologis yang positif bagi perkembangan karakter anak.
Dalam pelaksanaannya, guru-guru pendamping tidak menuntut kesempurnaan mutlak, melainkan lebih menghargai proses dan usaha siswa. Rasa gugup atau kesalahan kecil saat bertugas, dianggap sebagai bagian alami dari proses belajar yang justru akan menguatkan mental siswa di masa depan.
“Anak-Anak itu kan semua belajar, semua berlatih. Mau mereka maju upacara deg-degan wajar, hal yang wajar. Kita aja yang sudah dewasa atau artis papan atas sekalipun kalau maju dan tampil ke depan pasti masih ada nervousnya,” ujar Gilang saat diwawancarai bantenekspres.co.id, Senin 13 April 2026.
Sekolah memahami tantangan mental yang dihadapi anak-anak. Dengan menyetarakan perasaan gugup siswa dengan orang dewasa bahkan profesional, guru-guru di SDN Daan Mogot 3 berhasil menciptakan lingkungan belajar yang empatik dan tidak menghakimi.
Lebih lanjut, Bu Gilang menekankan bahwa pembiasaan ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan siswa. Keberanian yang dipupuk sejak dini di lapangan upacara diharapkan akan terbawa hingga mereka memasuki lingkungan sosial yang lebih luas dan kompleks di luar sekolah dasar.
“Tapi dari situ kita membangun untuk keberanian dulu, mental anak dulu. Kalau anak sudah berani maju, sudah biasa untuk melaksanakan hal-hal di forum umum, itu nantinya akan menjadi bekal untuk mereka,” tambahnya.
Selain itu, kemandirian juga menjadi poin penting yang disasar melalui kegiatan ini. Sebelum hari pelaksanaan, para siswa dilatih untuk disiplin mengikuti jadwal latihan di waktu senggang agar dapat memberikan penampilan terbaik tanpa harus selalu bergantung pada instruksi guru di lapangan.
Dengan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada pembangunan karakter, SDN Daan Mogot 3 Kota Tangerang berharap, siswa lulusannya tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga menjadi pribadi yang tangguh, berani berbicara, dan siap bersosialisasi di jenjang pendidikan menengah nanti. (*)











