CIPUTAT-Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel menggelar Kursus Mahir Dasar (KMD) guna meningkatkan kualitas dan jumlah pembina Pramuka di gugus depan. Kegiatan ini berlangsung di Gedung 3 Lantai 3A Balai Kota Tangsel, Senin, 13 April 2026.
Kursus Mahir Dasar dilaksanakan berkat kerjasama dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Tangsel serta Pusdiklatcab Tunas Madani.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan dan dihadiri Plt. Kepala Dispora Tangsel Mohammad Ervin Andani serta Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Tangsel Deden Deni.
Plt. Kepala Dispora Kota Tangsel Mohammad Ervin Andani mengatakan, Kursus Mahir Dasar ini diikuti oleh Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Serpong. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan kualifikasi pembina sesuai dengan aturan dalam AD/ART Gerakan Pramuka,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.
Ervin menambahkan, kursus tersebut diikuti sebanyak 50 peserta yang merupakan guru-guru SD dan SMP se-Kecamatan Serpong. Para peserta nantinya akan menjadi pembina bagi siswa tingkat penggalang di sekolah masing-masing.
“Kegiatan ini merupakan pelatihan dasar bagi para pembina agar memiliki kompetensi yang sesuai standar,” tambahnya.
Pelatihan ini berlangsung selama tujuh hari, dengan total sembilan modul pembelajaran yang mencakup materi teori serta praktik di lapangan. Kegiatan tidak hanya dilaksanakan di satu lokasi, melainkan tersebar di beberapa titik, termasuk di wilayah Kecamatan Serpong.
Selain pemberian materi, peserta juga akan mengikuti berbagai kegiatan praktik kepramukaan, seperti simulasi pembinaan, kegiatan lapangan, hingga aktivitas khas Pramuka seperti api unggun.
“Kursus Mahir Dasar ini menjadi tahap awal sebelum peserta melanjutkan ke jenjang pelatihan berikutnya yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Rencananya, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di wilayah lain, seperti Pamulang dan Pondok Aren, guna menjangkau lebih banyak pembina Pramuka di Kota Tangsel.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para pembina Pramuka memiliki kemampuan yang lebih baik dalam membina karakter, kedisiplinan, serta keterampilan peserta didik melalui kegiatan kepramukaan di sekolah,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi pembina Pramuka dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan kepramukaan di tingkat sekolah maupun masyarakat.
“Kegiatan ini diikuti para guru dan calon pembina Pramuka yang nantinya akan membina peserta didik di sekolah,” ujarnya.
Deden menambahkan, keberadaan pembina Pramuka yang kompeten sangat dibutuhkan untuk mendukung gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda.
“Untuk meningkatkan pendidikan kepramukaan, diperlukan pembina yang mahir, berkualitas, dan jumlahnya memadai,” tambahnya.
Deden menambahkan, KMD menjadi salah satu upaya strategis untuk membekali para pembina dengan pengetahuan dan keterampilan kepramukaan. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan.
“Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, tetapi juga di alam terbuka. Tujuannya untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan peserta,” jelasnya.
Selain menambah wawasan kepramukaan, peserta KMD juga diharapkan mampu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, serta menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab.
Kegiatan KMD yang berlangsung selama sepekan ini juga menjadi tahap awal bagi para pembina untuk melanjutkan ke jenjang pelatihan berikutnya, seperti Kursus Mahir Lanjutan (KML).
Panitia berharap, melalui pelatihan ini para pembina Pramuka dapat terus mengembangkan diri dan berkontribusi aktif dalam membangun generasi muda yang berkarakter.
“Kami berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak sebagai fasilitator dan narasumber untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pelatihan.
Dengan adanya KMD, diharapkan kualitas dan kuantitas pembina Pramuka terus meningkat, sehingga gerakan Pramuka dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, pramuka memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama di tengah kondisi global yang tidak menentu.
“Pramuka memiliki tugas penting dalam menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara kepada generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, melalui kegiatan KMD ini para peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi sebagai pembina Pramuka, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan, sehingga dapat membina peserta didik secara optimal.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari sistem pendidikan dan pelatihan kepramukaan yang berjenjang dan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain pembinaan karakter, Pramuka juga didorong untuk aktif dalam program pelestarian lingkungan hidup. Pemkot Tangsel saat ini tengah menggalakkan berbagai program lingkungan, seperti pengelolaan sampah, bank sampah, hingga gerakan penghijauan.
“Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam gerakan lingkungan, terutama di sekolah-sekolah,” tegasnya.
Pilar mencontohkan, kegiatan seperti pemilahan sampah, pembuatan biopori, hingga urban farming dapat menjadi bagian dari aktivitas kepramukaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Bahkan, Pramuka diharapkan dapat menjadi motor penggerak program Adiwiyata di sekolah, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang peduli terhadap kelestarian alam.
“Kalau di suatu sekolah ada Pramuka, tapi belum ada program lingkungan, berarti peran Pramukanya belum maksimal,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta KMD juga ditantang untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, baik di sekolah maupun masyarakat. “Mulai dari hal kecil, seperti memilah sampah di rumah hingga menggerakkan bank sampah di lingkungan RT dan RW,” ungkapnya.
Pemerintah berharap, melalui pembinaan yang berkelanjutan, Gerakan Pramuka di Tangsel dapat menjadi contoh di tingkat nasional, sekaligus melahirkan generasi muda yang berkarakter, peduli lingkungan, dan memiliki jiwa kebangsaan yang kuat. (ADV)










