Ekstrakurikuler di SMPN 2 Cisoka, Potensi dan Tantangan Minat Siswa

Ekstrakurikuler di SMPN 2 Cisoka, Potensi dan Tantangan Minat Siswa
Ekstra Kurikuler Paskibraka di SMPN 2 CISOKA. Foto: Muhamad Najib/Bantenekspres.co.id

CISOKA, BANTENEKSPRES.CO.ID – SMP Negeri 2 Cisoka terus mengembangkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat di luar pembelajaran akademik. Sejumlah ekskul aktif berjalan, meski di sisi lain masih dihadapkan pada tantangan partisipasi siswa. Minggu, 12 April 2026.

Hingga saat ini, terdapat delapan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah tersebut. Kegiatan itu meliputi Pramuka, karate, silat, paskibra, Palang Merah Remaja (PMR), voli, dan futsal yang rutin dilaksanakan sesuai jadwal.

Bacaan Lainnya

Pembina Kesiswaan SMPN 2 Cisoka, Nursandi Alamsyah, menyampaikan bahwa ekskul menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. Ia menilai kegiatan di luar kelas mampu melatih kedisiplinan, kerja sama, serta tanggung jawab.

Menurut dia, keberadaan ekskul tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi juga menjadi ruang pengembangan diri yang tidak selalu didapatkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

“Ekskul ini jadi wadah untuk anak-anak berkembang. Tidak semua potensi itu muncul di kelas, justru banyak yang terlihat saat mereka ikut kegiatan di luar,” ujar Nursandi Alamsyah.

Ia menambahkan, sekolah terus berupaya mempertahankan ekskul yang sudah berjalan agar tetap aktif dan diminati siswa. Dukungan dari pihak sekolah pun diberikan dalam bentuk fasilitas dan pendampingan.

Selain kegiatan yang rutin berjalan, terdapat pula cabang lain yang sempat menjadi perhatian, seperti panjat tebing dan bulutangkis. Kedua cabang ini biasanya muncul dalam ajang perlombaan tertentu, meski tidak selalu berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi.

Di bidang seni, siswa SMPN 2 Cisoka juga pernah tampil dalam berbagai kesempatan. Salah satunya menjadi pengisi acara pada kegiatan besar seperti Grand Final Kang Nong Kabupaten Tangerang 2025 serta peringatan hari kemerdekaan.

Pembina OSIS SMPN 2 Cisoka, Jubaedillah, mengungkapkan bahwa dinamika ekskul di sekolah tidak selalu berjalan mulus. Ia menyebut, terkadang ada kegiatan yang sudah disiapkan, namun tidak diikuti oleh siswa.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah dalam menjaga keberlangsungan ekskul. Minat siswa yang fluktuatif membuat beberapa kegiatan sulit berkembang secara konsisten.

“Ada kalanya ekskul itu ada, tapi siswanya tidak ada yang ikut. Atau ada lomba, tapi hanya sampai tingkat kecamatan saja, tidak berlanjut,” kata Jubaedillah.

Ia mencontohkan cabang seperti karate yang sebenarnya memiliki potensi, namun terkadang terkendala pada keberlanjutan kompetisi yang diikuti siswa.

“Jadi kadang kita juga bingung. Ada potensi, tapi tidak terus berlanjut. Itu jadi PR buat kita,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan ekskul. Dari jumlah siswa yang mencapai sekitar 900 orang, hanya sebagian kecil yang aktif mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Jubaedillah, perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat siswa. Banyak siswa yang lebih tertarik menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan mengikuti kegiatan sekolah.

“Sekarang tantangannya beda. Anak-anak lebih tertarik ke HP atau game, jadi minat ikut ekskul itu berkurang,” ucapnya. (*)

Pos terkait