Awali TKA dengan Salat Dhuha, SMPN 2 Kelapa Dua Bangun Ketenangan Siswa

Awali TKA dengan Salat Dhuha, SMPN 2 Kelapa Dua Bangun Ketenangan Siswa
Siswa-siswi SMPN 2 Kelapa Dua Melaksanakan Sholat Dhuha Bersama Di Pelataran Sekolah.

KELAPA DUA, BANTENEKSPRES.CO.ID – SMP Negeri 2 Kelapa Dua memulai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan suasana yang berbeda. Sebelum memasuki ruang ujian, para siswa terlebih dahulu melaksanakan salat dhuha berjamaah di lingkungan sekolah.

Sejak pagi hari, siswa datang lebih awal dengan membawa perlengkapan ibadah. Mereka kemudian berkumpul dan mengikuti salat dhuha secara tertib, dipandu oleh guru yang bertugas.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun kesiapan siswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga mental dan spiritual. Pihak sekolah meyakini bahwa ketenangan batin berpengaruh terhadap fokus siswa saat mengerjakan soal.

Kepala SMPN 2 Kelapa Dua, Mohamad Ngumbar, mengatakan bahwa momen sebelum ujian sering kali dipenuhi rasa cemas. Karena itu, sekolah mencoba menghadirkan suasana yang lebih menenangkan melalui pendekatan spiritual.

Menurut dia, salat dhuha menjadi salah satu cara untuk membantu siswa mengelola tekanan yang muncul saat menghadapi ujian. Ia menilai, kesiapan mental menjadi faktor penting yang sering kali terabaikan.

“Anak-anak itu kalau sudah mau ujian biasanya tegang. Kita ingin mengubah suasana itu, supaya mereka lebih tenang dan tidak panik saat mulai mengerjakan,” ujar Mohamad Ngumbar.

Ia menjelaskan, kegiatan ini bukan sesuatu yang baru bagi siswa. Pembiasaan salat dhuha sudah sering dilakukan dalam keseharian di sekolah, sehingga tidak menjadi beban tambahan.

“Ini sudah jadi kebiasaan di sini. Jadi ketika diterapkan sebelum TKA, anak-anak tidak kaget. Mereka justru lebih siap karena sudah terbiasa,” katanya.

Pelaksanaan salat dhuha dilakukan secara berjamaah dengan tertib. Setelah selesai, siswa langsung diarahkan menuju ruang ujian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Suasana sekolah pada hari pelaksanaan TKA terlihat lebih khidmat. Para siswa tampak lebih tenang dan tidak terburu-buru seperti biasanya saat menghadapi ujian.

Mohamad Ngumbar menilai, perubahan suasana tersebut menjadi tanda bahwa pendekatan yang dilakukan cukup efektif. Ia melihat siswa lebih siap secara mental sebelum memasuki ruang ujian.

“Kalau biasanya ada yang terlihat gelisah, hari ini lebih terkendali. Mereka masuk ruang ujian dengan kondisi yang lebih siap,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak mengurangi waktu belajar siswa. Justru, menurutnya, salat dhuha menjadi penguat sebelum menghadapi ujian.

“Waktunya tidak lama, tapi dampaknya terasa. Anak-anak jadi lebih fokus dan percaya diri saat mengerjakan soal,” kata dia.

Selain kesiapan mental, pihak sekolah juga tetap memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai prosedur. Pengawasan dilakukan secara ketat untuk menjaga kelancaran dan integritas ujian.

Lebih lanjut Mohamad Ngumbar menjelaskan pendidikan tidak hanya soal hasil akhir, tetapi juga proses yang dilalui siswa. Ia menekankan pentingnya membangun karakter sejak dini.

“Kita tidak hanya mengejar nilai tinggi. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak menjalani proses itu dengan jujur dan penuh tanggung jawab,” tuturnya.

Ia berharap, kebiasaan baik seperti salat dhuha ini dapat terus dipertahankan, tidak hanya saat ujian berlangsung. Menurutnya, keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual menjadi bekal penting bagi siswa.

“Harapan kami, ini bukan hanya dilakukan saat TKA saja. Tapi bisa menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari,” ucapnya. (*)

Pos terkait