PANONGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID — UPTD Puskesmas Panongan melaksanakan kegiatan pembinaan kesehatan kerja sekaligus pengkajian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di home industri dodol milik Pak Oyot yang berlokasi di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran para pelaku usaha rumahan terhadap pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan kerja, sekaligus memastikan proses produksi pangan berjalan secara aman, higienis, dan memenuhi standar kesehatan.
Kepala UPTD Puskesmas Panongan, dr. Yasmina Ediani mengatakan, bahwa pembinaan kesehatan kerja menjadi langkah penting untuk mencegah risiko penyakit akibat kerja sekaligus menjaga kualitas produk pangan yang dihasilkan masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar kunjungan, tetapi bagian dari upaya berkelanjutan kami dalam memastikan lingkungan kerja masyarakat tetap sehat dan aman. Home industri pangan memiliki peran besar dalam perekonomian warga, sehingga aspek kesehatan dan kebersihan harus menjadi prioritas utama,” ujar dr. Yasmina Ediani kepada Bantenekspres.co.id, Seni 6 April 2026.
Menurutnya, penerapan PHBS di tempat kerja sangat berpengaruh terhadap kesehatan pekerja maupun kualitas produk yang dikonsumsi masyarakat luas. Tim kesehatan dari Puskesmas Panongan melakukan edukasi langsung kepada para pekerja, pemeriksaan kesehatan, serta pendampingan terkait penerapan sanitasi dan kebersihan selama proses produksi dodol berlangsung.
“Kami ingin para pelaku usaha memahami bahwa kebersihan diri, penggunaan alat pelindung sederhana, serta sanitasi lingkungan produksi sangat menentukan keamanan pangan. Jika pekerja sehat dan lingkungan bersih, maka produk yang dihasilkan juga lebih berkualitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, edukasi yang diberikan meliputi cara mencuci tangan yang benar, penggunaan peralatan produksi yang higienis, pengelolaan limbah, hingga pentingnya menjaga kebersihan area memasak dan penyimpanan bahan baku.
“Kami memberikan pendampingan secara langsung agar pelaku usaha bisa langsung mempraktikkan standar PHBS. Harapannya, kebiasaan baik ini tidak hanya dilakukan saat ada pembinaan, tetapi menjadi budaya kerja sehari-hari,” tambahnya.
Yasmina juga menegaskan bahwa Puskesmas Panongan terus berkomitmen mendukung pelaku usaha mikro agar mampu berkembang tanpa mengabaikan aspek kesehatan.
“Usaha kecil dan menengah adalah penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, kami hadir untuk memastikan mereka tumbuh bersama dengan penerapan kesehatan kerja yang baik. Produk lokal akan semakin dipercaya jika proses produksinya sehat dan higienis,” katanya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, pihak Puskesmas berharap para pelaku home industri semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri, lingkungan kerja, serta kualitas pangan yang dihasilkan, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus perlindungan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami harap, semua pelaku usaha yang ada di Kecamatan Panongan bisa menjalankan program PHBS. Hal tersebut, agar bisa terjamin kesehatan di lingkungan produksi khususnya bagi karyawan dan juga hasil yang dibuat higenis,” tutupnya. (*)











