PAGEDANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Penerapan moderasi beragama di SMPN 2 Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berjalan konsisten melalui berbagai pembiasaan yang menyesuaikan dengan keyakinan masing-masing siswa. Sekolah ini menekankan pentingnya sikap toleransi sejak dini dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 2 Pagedangan, Agus Santosa, mengatakan bahwa nilai toleransi tidak hanya disampaikan dalam teori, tetapi juga diterapkan secara langsung melalui kegiatan rutin di sekolah, Senin (6/4/2026).
“Sebenarnya sih sudah berjalan, tinggal melestarikan saja,” ujar Agus Santosa.
Ia menjelaskan bahwa setiap kegiatan keagamaan di sekolah dilaksanakan secara terpisah namun tetap dalam suasana saling menghormati antar siswa.
“Kalau hari Jumat, anak-anak muslim di lapangan melaksanakan salat dhuha dan pembekalan agama. Yang Kristen dan Katolik di ruangan tersendiri, mereka juga ibadah,” katanya.
Menurutnya, pembiasaan ini menjadi cara efektif untuk menanamkan pemahaman tentang perbedaan sejak usia SMP tanpa menimbulkan sekat antar siswa.
“Dari usia SMP sudah ditanamkan perbedaan, tapi tetap saling menghargai,” jelasnya.
Selain Islam, sekolah juga memfasilitasi siswa dengan latar belakang agama lain seperti Protestan, Katolik, hingga Hindu dan Buddha meskipun jumlahnya relatif sedikit.
“Protestan, Katolik ada. Kalau Hindu, Buddha juga ada, walaupun sedikit, di bawah lima orang,” ungkap Agus.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan keagamaan siswa non-muslim dibimbing langsung oleh guru yang berkompeten di bidangnya.
“Ada gurunya. Total tiga orang, tapi yang membina langsung dua orang,” katanya.
Tak hanya kegiatan rutin, SMPN 2 Pagedangan juga pernah mengadakan perayaan keagamaan seperti Natal di lingkungan sekolah sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman.
Hal ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan terbuka bagi seluruh siswa tanpa memandang latar belakang agama.
Selain itu, nilai toleransi juga diterapkan dalam kegiatan sosial dan keagamaan bersama, seperti pembagian takjil saat bulan Ramadan hingga penggalangan dana kemanusiaan.
“Kita juga melakukan penggalangan dana untuk Palestina, itu sudah dua kali. Yang terakhir terkumpul sekitar 12 juta,” ujar Agus.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan siswa muslim, tetapi juga siswa dari agama lain sebagai bentuk kepedulian bersama.
“Nggak cuma teori, tapi praktik kemanusiaan juga kita ajarkan,” tegasnya.
Dalam momen Iduladha, sekolah juga melibatkan siswa dalam kegiatan kurban, termasuk siswa non-muslim yang turut berpartisipasi dalam proses distribusi.
“Yang non-muslim pun kadang ikut terlibat. Kita nggak membedakan,” katanya.
Melalui berbagai program tersebut, SMPN 2 Pagedangan berupaya membangun karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap toleransi dan empati yang tinggi.
Agus berharap nilai-nilai moderasi beragama ini dapat terus terjaga dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah.
“Yang penting itu kebiasaan baiknya terus dijaga dan dilanjutkan,” tutupnya. (*)











