Hidupkan Ekskul Basket, SMPN 1 Mauk Kembangkan Minat Siswa

Pengembangan bakat siswa di olahraga bola basket menggunakan fasilitas Lapangan basket SMPN 1 Mauk, Kabupaten Tangerang. Foto: Najib/Bantenekspres.co.id

MAUK, BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 1 Mauk, Kabupaten Tangerang, terus berupaya mengembangkan potensi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Terbaru, sekolah tersebut menghadirkan kegiatan ekskul basket sebagai pilihan baru bagi siswa, Selasa (31/3/2026).

Humas SMPN 1 Mauk, Abung Abdullah, menyampaikan bahwa kehadiran ekskul basket menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memberikan ruang lebih luas bagi minat dan bakat siswa di bidang olahraga.

Bacaan Lainnya

Ia menuturkan, sebelumnya sekolah telah memiliki sejumlah kegiatan ekstrakurikuler baik yang bersifat wajib maupun pilihan. Kegiatan tersebut di antaranya Pramuka dan PMR sebagai ekskul wajib, serta futsal, bulu tangkis, dan pencak silat sebagai ekskul pilihan.

Menurutnya, penambahan ekskul basket menjadi alternatif baru yang diharapkan dapat menarik minat siswa yang memiliki ketertarikan di cabang olahraga tersebut.

“Sebenarnya terakhir sih baru dimunculkan ini,” ujar Abung Abdullah saat ditemui.

Ia menjelaskan, dalam struktur kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, basket termasuk dalam kategori ekskul pilihan yang melengkapi beberapa kegiatan yang sudah lebih dulu berjalan.

“Ekskul itu ada ekskul pilihan, ada ekskul wajib. Kalau pilihan itu kayak pencak silat, terus kemudian futsal, bulu tangkis,” katanya.

Abung menambahkan, dengan hadirnya ekskul basket, jumlah pilihan kegiatan bagi siswa menjadi semakin beragam, sehingga mereka dapat lebih leluasa memilih aktivitas yang sesuai dengan minat masing-masing.

Selain itu, pihak sekolah juga berupaya menghidupkan kembali cabang olahraga yang sebelumnya kurang diminati siswa, termasuk basket yang sempat tidak aktif.

Ia mengungkapkan, sebelumnya fasilitas basket di sekolah sebenarnya sudah tersedia, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

“Ini basket ini sudah lama nih tiangnya nih, baru dihidupkan lagi,” jelasnya.

Upaya mengaktifkan kembali ekskul basket ini juga tidak terlepas dari peran kepala sekolah yang memiliki latar belakang sebagai guru olahraga, sehingga mendorong pengembangan kegiatan olahraga di lingkungan sekolah.

“Karena basic beliau ini guru olahraga, dia memunculkan kembali olahraga basket dan lapangannya pun dicat, temanya ya basket,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Abung berharap keberadaan ekskul basket dan kegiatan olahraga lainnya dapat memberikan dampak positif bagi siswa, terutama dalam mengalihkan perhatian dari penggunaan media sosial yang berlebihan.

“Harapannya anak-anak itu lebih sibuk berolahraga dibanding media sosial,” tuturnya.

Ia pun menegaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya menjadi sarana pengembangan bakat, tetapi juga sebagai wadah pembinaan karakter serta aktivitas positif bagi siswa di lingkungan sekolah. (*)

Pos terkait