KEMIRI,BANTENEKSPRES.CO.ID– Aliran sungai yang sering tinggi mengakibatkan tanggul di Desa Klebet terkikis arus dan mengalami jebol sepanjang kurang lebih 6 meter.
Merespons hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Kemiri bersama warga setempat menggelar aksi gotong royong untuk melakukan perbaikan darurat pada tanggul yang jebol, Kamis, 26 Maret 2026.
Camat Kemiri Rudi HK menjelaskan, jebolnya tanggul di Desa Klebet menjadi perhatian utama pihak kecamatan dan warga.
Aliran sungai yang kuat secara bertahap mengikis struktur tanggul hingga akhirnya tidak mampu menahan beban air dan runtuh.
Kerusakan tersebut berpotensi mengancam lahan pertanian dan pemukiman warga di sekitarnya jika tidak segera ditangani.
Menyadari potensi bahaya yang ada, Camat Kemiri Rudi langsung mengoordinasikan jajarannya untuk turun ke lapangan bersama elemen masyarakat.
Kegiatan gotong royong ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya petugas dari kecamatan, anggota kelompok tani, dan perwakilan dari Mitra Cai.
Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan komunitas menjadi kunci utama dalam upaya penanganan tanggul jebol ini.
Fokus utama aksi gotong royong adalah membuat tanggul sementara untuk membendung sementara aliran air yang masuk melalui bagian tanggul yang jebol.
Material yang digunakan meliputi batang bambu untuk memperkuat struktur dan karung-karung berisi pasir yang diletakkan secara rapat pada bagian tanggul yang rusak.
Meskipun bersifat sementara, upaya ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko luapan air sungai ke area sekitarnya. (*)










