Pengunjung Pantai di Banten Keluhkan Tarif Parkir dan Gelar Tikar Diketok Ratusan Ribu

Tiket parkir di Pantai pasir putih Anyer. Foto : A Fadilah/BantenEkspres.co.id

BAYAH,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sejumlah wisatawan yang berkunjung ke wisata pantai di wilayah Lebak Selatan saat libur Hari Raya Idul Fitri 2026 dan cuti bersama, mengeluhkan terkait tarif dan fasilitas serta keamanan di lokasi wisata yang dinilai tidak wajar dan mencekik pengunjung.

Ai, seorang wisatawan lokal asal Cilograng mengaku kaget serta kecewa saat berlibur bersama kerabatnya ke Pantai Pulo Manuk yang berada di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten pada Rabu 25 Maret 2026.

Bacaan Lainnya

Ai menuturkan, dia dan istrinya saat istirahat dan jajan di salah satu warung di tempat wisata tersebut setelah membayar makanan alakadarrnya dan minuman sekitar Rp100 ribu lebih kemudian diminta membayar biaya tambahan Rp100 ribu untuk tempat duduk.

“Saya kaget, tapi tetap saya bayar walau pun tidak iklas,” kata Ai, kepada wartawan.

Ai mengungkapkan, mereka bertiga cuma duduk sekitar dua jam. Padahal, kata Ai, pengalaman pada tahun lalu diwarung tersebut cuma bayar jajanan, duduk tidak bayar .

“Bahkan harga jajanan juga naik 100 persen lebih mahal dari harga normal. Biasanya suka jajan diwarung itu cuma bayar jajan, tapi sekarang duduk dan makan-makan dari jam 10 sampai Dzuhur bayar Rp100ribu, jajanan juga harganya lebih 2 kali lipat,” ungkap Ai.

Hal yang sama juga terjadi di Pantai Goa Langir, wisatawan disana juga mengaku saat akan gelar karpet atau tikar sendiri di pasir pantai depan Saung diminta biaya hingga Rp 200 ribu.

“Saya sampai engga jadi gelar tikar, karena kaget, dan bukannya engga mau bayar, ini mah sudah pemerasan, dan sama sekali tidak ada tindakan tegas dari petugas. Padahal, banyak aparat,” ujar Deri, warga Tangerang.

Wisatawan yang berkunjung di Pantai pasir putih Anyer juga mengeluhkan, parkir kendaraan diketok petugas parkir hingga Rp100 ribu setiap kendaraan.

“Ini terjadi setiap tahun, dan harusnya jadi catatan pemerintah, agar pengelala wisata tidak asal menerapkan tarif hingga mencekik pengunjung,” ucap Widi, pengunjung asal Bogor.(*)

 

Pos terkait