SUMATERA,BANTENEKSPRES.CO.ID — Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Bantuan tersebut berupa Program Bantuan Non Tunai Multiguna (BNTM) sebagai upaya membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana.
Pengurus PMI Pusat, Weka Gunawan mengatakan, program tersebut didukung pendanaan dari Disaster Response Emergency Fund (DREF) melalui International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).
“Sebanyak 1.320 kepala keluarga (KK) menerima Program Bantuan Non Tunai Multiguna di Kabupaten Tapanuli Tengah. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp1.000.000 per KK,” ujar Weka dalam keterangannya, Jumat 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut disalurkan kepada warga terdampak yang tersebar di empat kecamatan dan 31 desa/kelurahan. Penentuan penerima manfaat dilakukan melalui proses verifikasi PMI bersama pemerintah daerah agar bantuan tepat sasaran.
Dalam pelaksanaannya, PMI juga menggandeng sejumlah pihak, termasuk PT Pos Indonesia yang membantu proses distribusi bantuan kepada masyarakat penerima manfaat.
Weka berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti kebutuhan sehari-hari, perbaikan perlengkapan rumah tangga, serta mendukung pemulihan ekonomi keluarga setelah bencana banjir.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, PT Pos Indonesia, relawan PMI, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan tersebut.
“Melalui kolaborasi ini, PMI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana serta mendukung proses pemulihan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal,” katanya.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu turut mengapresiasi peran PMI yang dinilai konsisten membantu masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan.
“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Tapanuli Tengah mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran PMI dari pusat hingga daerah serta para relawan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kepemimpinan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dalam menggerakkan berbagai aksi kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana.
Menurutnya, PMI tidak hanya hadir pada fase darurat, tetapi juga terus mendampingi masyarakat melalui berbagai program, seperti penyediaan air bersih, bantuan logistik, pembersihan sedimentasi sungai, perbaikan drainase permukiman, hingga layanan kesehatan.
Masinton menambahkan, bantuan tunai yang disalurkan pada momentum Ramadan menjadi salah satu program yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi masyarakat kami dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga menyambut Idul Fitri,” katanya.
Ia menegaskan, kehadiran PMI melalui berbagai program kemanusiaan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak banjir di wilayahnya.
“PMI selalu hadir dalam aksi kemanusiaan dengan bantuan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga kami,” tutupnya. (*)











