Amankan Mudik Lebaran 2026, Polres Tangsel Dirikan 8 Pospam Dan 1 Posyan

Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo memeriksa kesiapan anggota saat apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Jaya 2026. Humas Polres Tangsel For Bantenekspres.co.id

SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 2026, Polres Tangsel mendirikan sebanyak 8 Pos Pengamanan (Pospam) dan 1 Pos Pelayanan (Posyan). Pospam dan Posyan dibuka selama 13 hari, yakni mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo mengatan, Pospam tersebut berfungsi sebagai pusat informasi, rekayasa lalu lintas, serta memastikan keamanan dan ketertiban di sejumlah titik seperti objek wisata, pusat perbelanjaan, dan lokasi keramaian masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Selain itu, Polres Tangsel juga menyiapkan 1 Pos Pelayanan (Posyan) yang difungsikan sebagai tempat istirahat bagi para pengemudi, manajemen rest area, pelayanan kesehatan, pemberian takjil gratis, serta layanan kepolisian lainnya,” ujarnya seusai apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Jaya 2026”, Kamis, 12 Maret 2026.

Boy menambahkan, pengamanan juga difokuskan pada sejumlah objek vital dan lokasi keramaian selama momentum libur lebaran, di antaranya 121 masjid, 11 tempat wisata (8 berada di wilayah Kota Tangsel dan 3 di wilayah Kabupaten Tangerang).

Serta 13 titik pusat keramaian yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat. “Selain itu, antisipasi juga dilakukan terhadap potensi kemacetan lalu lintas pada malam takbir serta jalur-jalur yang menjadi lintasan arus mudik dan balik,” tambahnya.

Menurutnya, titik fokus pengamanan lebaran 2026 untuk Pospam ditempatkan di lokasi strategis untuk memantau keamanan, rekayasa lalu lintas, dan keramaian. Posyan fokus sebagai tempat istirahat pemudik, manajemen rest area, pelayanan kesehatan, dan takjil gratis.

“Kita juga fokus pengamanan di 13 titik pusat keramaian, termasuk membuka layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang mudik,” tuturnya.

Polres Tangsel telah melaksanakan apel gelar pasukan sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergitas lintas sektoral dalam mensukseskan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Jaya 2026”.

Apel tersebut dilaksanakan di lapangan apel Polres Tangsel pada Kamis, 12 Maret 2026 sore dan dipimpib Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo. Apel ini diikuti sebanyak 232 personel gabungan yang terdiri dari Polres Tangsel, PM, TNI, Satpol PP, Dishub, Damkar, BPBD, Jasa Raharja, Dinkes, Senkom, Pokdarkamtibmas, serta Saka Bhayangkara.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tangsel membacakan amanat Kapolri yang menyampaikan bahwa Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat-2026” akan berlangsung selama 13 hari, mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026.

Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, puncak arus mudik dan arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Puncak arus mudik diperkirakan pada 14–15 Maret 2026 serta 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.

“Optimalkan layanan Kepolisian 110 guna menghadirkan pelayanan Kepolisian yang responsif dan solutif, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran rekan-rekan dalam menginformasikan perkembangan situasi hingga menyelesaikan berbagai permasalahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Boy juga menegaskan, keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang terlibat.

“Saya tekankan kembali bahwa keberhasilan operasi ketupat ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas, bersama kita wujudkan mudik aman, keluarga bahagia,” tutupnya. (*)

Pos terkait