Ahli Gizi SPPG Kota Serang Tak Semua Berlatar Pendidikan Gizi

Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang, Yudi Suryadi. Foto: Aldi Alpian Indra/Bantenekspres.co.id

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Keberadaan tenaga ahli gizi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang menjadi sorotan. Pasalnya, tidak semua tenaga yang bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki latar belakang pendidikan khusus di bidang gizi.

Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan persoalan tersebut terungkap dalam pembahasan terkait evaluasi pelaksanaan program MBG di Kota Serang.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, masih terdapat petugas di SPPG yang tidak sepenuhnya memiliki latar belakang pendidikan sebagai ahli gizi. “Dari hasil pembahasan tadi memang ada persoalan pada pemahaman tenaga yang bertugas. Tidak semua yang ditempatkan di SPPG benar-benar berlatar belakang ahli gizi,” ujar Yudi, Senin 9 Maret 2026.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar kualitas makanan yang diberikan kepada sasaran program tetap sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.

Karena itu, pihaknya mendorong adanya pembinaan kembali terhadap para petugas yang terlibat dalam program MBG, khususnya terkait pemahaman standar gizi makanan. “Perlu dilakukan pembinaan kembali oleh Dinas Kesehatan terkait standarisasi gizi yang akan diberikan kepada sasaran program,” katanya.

Yudi juga tidak menampik kemungkinan terbatasnya jumlah tenaga ahli gizi menjadi salah satu penyebab kondisi tersebut.

Menurutnya, jumlah lulusan ahli gizi memang tidak banyak sehingga dalam pelaksanaannya terdapat petugas yang menangani program MBG meski tidak secara khusus berlatar belakang pendidikan gizi. “Kemungkinan karena jumlah lulusan ahli gizi memang terbatas. Jadi ada yang bertugas di SPPG tetapi bukan lulusan ahli gizi secara khusus, meskipun mungkin memiliki pengetahuan terkait gizi,” ujarnya.

Saat ini tercatat terdapat sekitar 79 SPPG yang tersebar di Kota Serang untuk melayani pelaksanaan program MBG.

Namun, Yudi mengaku belum melakukan pengecekan secara rinci mengenai jumlah tenaga ahli gizi yang benar-benar memiliki latar belakang pendidikan gizi di seluruh SPPG tersebut.

“Ahli gizi ada, tetapi tidak semuanya berlatar belakang pendidikan ahli gizi. Untuk data detailnya saya belum melakukan pengecekan langsung,” katanya.

Ia menambahkan, informasi tersebut diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Serang yang selama ini melakukan pembinaan terhadap SPPG sebelum dapur MBG mulai beroperasi. (*)

Pos terkait