CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 2 Curug, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, memiliki cara kreatif dalam mengenalkan dunia pertanian kepada para siswanya. Melalui metode hidroponik, sekolah tersebut mengajarkan bahwa menanam tanaman produktif tidak selalu membutuhkan lahan yang luas.
Program penanaman hidroponik ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran praktik bagi siswa agar lebih mengenal cara bercocok tanam modern. Dengan memanfaatkan peralatan sederhana dan ruang terbatas di lingkungan sekolah, para siswa dapat menanam berbagai jenis tanaman produktif, seperti sayuran, yang hasilnya segar dan berkualitas.
Kepala SMPN 2 Curug, Purwaningsih, mengatakan kegiatan menanam secara hidroponik sengaja diperkenalkan kepada siswa agar mereka memahami bahwa bercocok tanam bisa dilakukan di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah yang lahannya terbatas.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa bahwa menanam tanaman tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Dengan metode hidroponik dan alat yang sederhana, mereka tetap bisa menanam tanaman produktif dengan hasil yang baik,” ujar Purwaningsih kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 8 Maret 2026.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan teknik bercocok tanam, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta melatih kreativitas siswa.
“Anak-anak kami ajak untuk melihat langsung bagaimana proses menanam, merawat hingga memanen tanaman. Ini menjadi pengalaman belajar yang sangat baik karena mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan,” jelasnya.
Purwaningsih menambahkan, tanaman yang ditanam dengan metode hidroponik di lingkungan sekolah mampu tumbuh dengan baik. Bahkan hasil panennya dinilai lebih segar dan sehat karena proses penanamannya lebih terkontrol.
“Hasilnya cukup memuaskan. Tanaman yang ditanam secara hidroponik tumbuh dengan baik, segar, dan kualitasnya bagus. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi siswa karena mereka terlibat langsung dalam proses penanamannya,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan minat siswa terhadap dunia pertanian modern sekaligus memberikan wawasan baru bahwa bercocok tanam bisa dilakukan dengan cara yang lebih inovatif.
“Kami ingin siswa memiliki pengetahuan bahwa menanam tanaman produktif bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk hidroponik. Harapannya ke depan mereka bisa memanfaatkan ilmu ini di rumah atau bahkan menjadi inspirasi untuk mengembangkan pertanian skala kecil,” tuturnya.
Purwaningsih menilai kegiatan tersebut juga mampu membangun karakter siswa, seperti melatih kesabaran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah membangun karakter siswa. Mereka belajar merawat tanaman dengan sabar, bertanggung jawab, serta memahami pentingnya menjaga lingkungan,” tutupnya. (*)











