TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Suasana khidmat menjelang makan sahur berubah menjadi kepanikan bagi sebagian warga di Kota Tangerang. Hujan yang turun sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat sedikitnya 11 dari 13 kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi.
Wilayah Kecamatan Periuk dan Ciledug menjadi kawasan yang paling terdampak. Di Kecamatan Periuk, sejumlah perumahan seperti Total Persada, Garden City, Villa Mutiara, hingga Alamanda terendam air dengan ketinggian yang dilaporkan mencapai lebih dari satu meter.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah timur Kota Tangerang. Di Kecamatan Larangan, tanggul yang jebol di Perumahan Taman Cipulir membuat air dengan cepat merangsek masuk ke permukiman warga.
Sementara itu, di Kelurahan Petir, luapan Kali Bendungan Polor menyebabkan warga harus menjalani aktivitas sahur di tengah genangan air setinggi sekitar 50 sentimeter.
Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, petugas gabungan telah disiagakan sejak dini hari setelah menerima laporan banjir yang mulai masuk ke permukiman warga menjelang waktu sahur.
“Petugas kami bersama TNI, Polri, dan relawan sudah bergerak menyebar sejak pukul 02.30 WIB, menjelang waktu sahur. Fokus utama kami adalah evakuasi warga dan memastikan keselamatan mereka ke posko pengungsian,” ujar Mahdiar, Minggu 8 Maret 2026.
Sebaran banjir kali ini cukup luas. Selain di Periuk dan Ciledug, banjir juga terjadi di sejumlah kecamatan lain seperti Cipondoh, Jatiuwung, Cibodas, Pinang, Karawaci, hingga Benda.
Selain melakukan evakuasi menggunakan perahu karet, penanganan teknis juga dilakukan secara paralel oleh jajaran Pemerintah Kota Tangerang.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang langsung bergerak memasang kisdam atau tanggul darurat di sejumlah titik rawan seperti Jembatan Bendungan Polor, Kali Angke, hingga wilayah Periuk Damai.
“Untuk membantu mobilitas warga dan mengurangi genangan, petugas juga melakukan penyedotan air di fasilitas-fasilitas umum,” kata Mahdiar.
Di tengah kondisi darurat yang terjadi saat waktu sahur, Dinas Sosial bersama relawan juga menyiagakan posko pengungsian sekaligus mendistribusikan bantuan makanan bagi warga terdampak.
“Kami memahami warga terdampak saat waktu sahur. Oleh karena itu, Dinas Sosial bergerak cepat mendistribusikan bantuan permakanan ke titik-titik pengungsian agar warga tetap bisa makan sahur meski dalam kondisi darurat,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bersiaga di sejumlah lokasi mengingat cuaca masih berpotensi hujan. Warga pun diimbau tetap waspada dan segera melapor kepada petugas apabila ketinggian air terus meningkat.(*)











