SMPN 3 Cikupa Dorong Kegiatan Ramadan Jadi Kebiasaan Siswa

Kegiatan siswa SMPN 3 Cikupa pada bulan ramadan menjadi sebuah pembiasaan siswa. Randy/Bantenekspres.co.id

 

BALARAJA,BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 3 Cikupa , Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, menegaskan bahwa berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan selama bulan Ramadan tidak boleh berhenti setelah bulan suci berakhir. Sekolah meminta seluruh siswa untuk terus menerapkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Bacaan Lainnya

Melalui program pembiasaan keagamaan tersebut, SMPN 3 Cikupa berharap siswa mampu menjadikan nilai-nilai Ramadan sebagai bagian dari gaya hidup, sehingga semangat ibadah dan akhlak mulia tetap terjaga sepanjang waktu.

Kepala SMPN 3 Cikupa, Dulhadi, mengatakan bahwa Ramadan menjadi momentum penting bagi sekolah untuk menanamkan kebiasaan baik kepada para siswa. Namun, menurutnya, esensi dari kegiatan tersebut justru terletak pada keberlanjutan setelah Ramadan usai.

“Selama Ramadan siswa dibiasakan mengikuti kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, doa bersama, serta pembinaan akhlak. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan saat Ramadan saja, tetapi terus dijalankan di bulan-bulan setelahnya,” ujar Dulhadik kepada Banteneskpres.co.id, Rabu 4 Maret 2026.

Ia menegaskan, pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritual siswa. Oleh karena itu, kebiasaan religius harus menjadi bagian dari budaya sekolah.

“Tujuan utama kami adalah membentuk karakter siswa yang berakhlak baik. Kalau kegiatan keagamaan hanya dilakukan setahun sekali, dampaknya tidak akan maksimal. Karena itu harus menjadi pembiasaan,” katanya.

Menurut Dulhadi, kebiasaan positif seperti membaca Al-Qur’an sebelum belajar, menjaga sikap sopan santun, serta meningkatkan kedisiplinan ibadah merupakan nilai yang perlu dipertahankan sepanjang tahun ajaran.

“Kami ingin siswa memahami bahwa berbuat baik dan menjalankan kegiatan keagamaan bukan karena suasana Ramadan saja, tetapi karena itu memang kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah terus memberikan pendampingan kepada siswa agar nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan dapat melekat dalam perilaku mereka, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

“Kami berharap setelah Ramadan selesai, siswa tetap terbiasa menjalankan kegiatan positif. Ini penting agar terbentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan tanggung jawab moral,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait