RANGKASBITUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Banten mengaku momen bulan Ramadan volume sampah di Kabupaten Lebak meningkat sekitar 10 persen. Kenaikan tersebut didominasi oleh sampah domestik atau sampah dapur.
“Iya benar, volume sampah mengalami peningkatan sekitar 10 persen di bulan Ramadan ini,” kata Irfan Suyatufika, kepala DLH Lebak, di Rangkasbitung, Selasa 3 Maret 2026.
Meski terjadi kenaikan volume, kata Irfan, dua lokasi penampungan sampah di Dengung Maja dan Cihara dipastikan masih mampu menampung tambahan sampah tersebut. Untuk wilayah selatan diarahkan ke tempat penampungan di Cihara, sementara wilayah utara ke Dengung.
“Dua lokasi penampungan sampah tersebut, masih sangat bisa menampung, karena kita tidak menerima sampah dari luar Lebak,” ujarnya.
Selain sampah rumah tangga, lanjut dia, DLH juga mencatat sampah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) justru mengalami penurunan selama Ramadan.
“Kalau sampah dari dapur SPPG cenderung menurun. Karena selama Ramadan ini dapur SPPG tidak berproduksi makanan basah, melainkan keringanx sehingga nyaris tidak ada sampah yang dihasilkan,” paparnya.
Irfan meminta agar masyarakat untuk tetap disiplin dalam pengelolaan sampah agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
“Kami mengimbau jangan sampai sampah dibuang sembarangan. Jika dibuang sembarangan, bisa mencemari lingkungan, apalagi kalau sampai dibuang ke sungai,” ucapnya.(*)











