CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID — SMPN 3 Curug, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, akan menggelar Asesmen Sumatif Tengah Semester (STS) bagi seluruh siswa dalam waktu dekat. Pihak sekolah mengimbau para siswa agar mempersiapkan diri secara maksimal demi kelancaran pelaksanaan asesmen tersebut.
Pelaksanaan STS kali ini dilakukan berbasis digital. Oleh karena itu, seluruh siswa diwajibkan membawa handphone yang telah terpasang aplikasi khusus yang digunakan untuk mengerjakan soal asesmen.
Kepala SMPN 3 Curug Nuraeun mengatakan, bahwa asesmen sumatif tengah semester merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
“STS ini bukan sekadar ujian, tetapi menjadi evaluasi bagi sekolah untuk mengetahui perkembangan dan kemampuan siswa selama mengikuti pembelajaran di kelas,” ujar Nuraeun kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 1 Maret 2026.
Ia menegaskan, kesiapan siswa menjadi faktor utama dalam pelaksanaan asesmen berbasis digital tersebut. Karena itu, pihak sekolah telah mengingatkan siswa agar memastikan perangkat yang digunakan dalam kondisi baik serta aplikasi sudah terinstal sebelum hari pelaksanaan.
“Kami meminta siswa mempersiapkan diri sejak sekarang, mulai dari belajar materi pelajaran hingga memastikan handphone yang akan digunakan sudah siap agar pelaksanaan STS berjalan lancar tanpa kendala teknis,” jelasnya.
Selain kesiapan perangkat, pihak sekolah juga mengingatkan siswa untuk tetap fokus dan mengerjakan soal secara mandiri serta penuh tanggung jawab.
“Kami berharap siswa dapat mengerjakan soal dengan jujur dan fokus. Hasil STS ini akan menjadi gambaran kemampuan belajar mereka, sehingga penting untuk dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” paparnya.
Menurutnya, asesmen ini juga menjadi bahan evaluasi bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran ke depan. Dengan mengetahui capaian belajar siswa, guru dapat menentukan langkah pembelajaran yang lebih efektif.
“Melalui STS, guru dapat melihat materi mana yang sudah dipahami siswa dan mana yang perlu diperkuat kembali. Jadi manfaatnya bukan hanya untuk siswa, tetapi juga untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah,” tutupnya. (*)











