Tingkatkan Kualitas Demokrasi, KPU Tangsel Fokus Berikan Pendidikan Pemilih Kepada Pemilih Pemula

Sosialisasi gencar dilakukan KPU Kota Tangsel. Foto: Komisi Pemilihan Umum For Bantenekspres.co.id pada Rabu 25 Februari 2026.

SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam meningkatkan kualitas demokrasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas demokrasi melalui pendidikan pemilih bagi pemilih pemula. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang yang menyongsong Pemilu 2029 setelah diadakannya Pemilu serentak 2024 lalu.

Heni Lestari selaku Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, mengatakan bahwa pihaknya mulai memetakan strategi bagi pemilih pemula dengan berdasarkan usia untuk memastikan program pendidikan pemilih berjalan efektif.

Bacaan Lainnya

“Pada Pemilu 2024 kemarin kita melaksanakan pemilu serentak. Untuk kegiatan pendidikan pemilih berikutnya, kita sudah menghitung siklusnya akan kembali intens menjelang 2029. Karena itu, sekarang kita mulai menyasar siswa SMP. Anak-anak SMP saat ini, pada 2029 nanti rata-rata sudah berusia 17 tahun dan memiliki hak pilih,” ujar Heni kepada bantenekspres.co.id pada Rabu 25 Februari 2026.

Dijelaskan Heni, KPU Kota Tangsel akan menjalankan sosialisasi secara berkelanjutan hingga 2029. Program ini tidaklah hanya berupa penyampaian materi di sekolah saja, tetapi juga dikemas secara interaktif agar mudah dipahami generasi muda.

Salah satu upaya yang telah dilaksanakan adalah program Sekolah Jawara Demokrasi. Pada kegiatan ini melibatkan perwakilan siswa-siswi SMA Negeri se-Kota Tangsel yang kemudian akan dipilih guna mendapatkan pembekalan khusus mengenai pemilu dan demokrasi.

“Melalui Sekolah Jawara Demokrasi, kami mengundang perwakilan siswa dari SMA Negeri di Kota Tangsel. Setelah mengikuti pembekalan mereka akan menjadi duta demokrasi di sekolah masing-masing dan memberikan edukasi kepada teman-temannya,” tambahnya.

Ia juha berharap, melalui pendekatan ini pendidikan pemilih dapat lebih menjangkau luas kalangan pelajar dan membangun budaya demokrasi yang sehat sejak dini.

“Kami ingin memastikan bahwa pada 2029 nanti, para pemilih pemula di Tangsel bukan hanya datang ke TPS, tetapi juga memahami makna dan tanggung jawab dari setiap suara yang mereka berikan,” tutupnya. (*)

Pos terkait