Pemkot Serang Petakan Peluang Kerja Dalam dan Luar Negeri

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang telah memetakan potensi pembukaan lapangan kerja, baik di dalam maupun luar negeri, sebagai upaya menekan angka pengangguran dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Menurutnya, untuk pasar dalam negeri, Pemkot mendorong pembukaan dan penguatan kawasan industri serta peningkatan sektor hospitality dan layanan lainnya agar mampu menyerap tenaga kerja lokal secara optimal.

Bacaan Lainnya

“Untuk dalam negeri, kami mendorong penguatan kawasan industri dan sektor hospitality agar penyerapan tenaga kerja lokal bisa maksimal,” ujar Agis, Rabu 25 Februari 2026.

Sementara untuk peluang kerja di luar negeri, Pemkot Serang telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara, di antaranya Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Turki, dan Jerman. Saat ini, formula kerja sama tersebut tengah disusun agar peluang kerja dapat direalisasikan secara konkret.

Untuk penempatan tenaga kerja ke luar negeri, pada 2025 tercatat sebanyak 30 orang telah diberangkatkan ke Jepang. Pemkot menargetkan minimal 100 orang dapat diberangkatkan ke Jepang pada 2026.

“Itu menjadi target kami. Memang saat ini belum ada anggaran khusus untuk pendampingan dan pemberangkatan tenaga kerja ke Jepang. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk mencari skema kolaborasi agar program tetap berjalan,” katanya.

Agis menegaskan, keterbatasan anggaran tidak menjadi hambatan. Pemkot akan mengupayakan inovasi pembiayaan, termasuk membuka peluang pendanaan non-APBD, agar program penempatan tenaga kerja tetap terlaksana. “Jadi ada atau tidak ada anggaran, upaya ini harus tetap berjalan,” tegasnya.

Adapun jenis pekerjaan yang diisi tenaga kerja asal Kota Serang di luar negeri cukup beragam, mulai dari sektor hospitality atau perhotelan, perawat, pekerja kebun, hingga bidang lainnya.

Selain penempatan tenaga kerja luar negeri, penyerapan tenaga kerja lokal juga terjadi melalui program MBG yang saat ini telah menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja. Potensi penyerapan dinilai akan bertambah apabila Koperasi Merah Putih telah beroperasi secara penuh.

Di sisi lain, program pembangunan yang dilaksanakan dinas teknis, seperti pekerjaan umum dan sektor lainnya, juga diarahkan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal. “Seluruh ekosistem pembangunan di Kota Serang kami arahkan untuk memperluas lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Pos terkait