Kasus TBC di Kota Serang Tembus 4 Ribu, Program Grebek TB Diluncurkan

Wali Kota Serang Budi Rustandi saat diwawancara media.

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Serang mencapai sekitar 4.000 kasus berdasarkan temuan Dinas Kesehatan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan data pusat yang mencatat sekitar 3.000 kasus.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan perbedaan data itu menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah untuk memperkuat deteksi dini dan penanganan kasus di lapangan. “Ada kurang lebih kalau data dari pusat itu sekitar 3.000 lebih, tapi pada faktanya di lapangan setelah dideteksi oleh Pak Kadinkes itu sekitar 4.000-an. Nah, ini menjadi PR kita semua untuk mendeteksi dini,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Untuk menekan angka kasus, Pemkot Serang melalui Dinas Kesehatan akan meluncurkan program Grebek TB. Program tersebut difokuskan pada upaya jemput bola guna menemukan penderita TBC di tengah masyarakat agar segera mendapatkan penanganan medis.

Pemerintah juga mendorong kolaborasi lintas sektor hingga tingkat kecamatan, kelurahan, RT, dan RW untuk memperkuat edukasi serta pendampingan pasien.

“Ini perlu kolaborasi dengan seluruh OPD, baik Camat, RT, RW, Lurah, karena ini harus bekerjasama semua dan mengedukasi para pasien agar mau segera berobat,” tegasnya.

Ia menyoroti tantangan utama penanganan TBC, yakni kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan minimal tujuh bulan tanpa terputus. Banyak pasien dinilai tidak disiplin mengonsumsi obat sehingga menghambat proses penyembuhan.

Karena itu, peran Pengawas Minum Obat (PMO) akan diperkuat untuk memastikan pasien rutin mengonsumsi obat setiap hari. “Kendalanya si pasien ini malas minum obat karena 7 bulan itu. Berarti harus ada pengawasan minum obat, PMO namanya. Harus diawasin minum obat setiap hari baru bisa sembuh,” katanya.

Pemkot Serang memastikan pengobatan TBC diberikan secara gratis. Pemerintah daerah berharap masyarakat lebih proaktif memeriksakan diri dan menjalani pengobatan hingga tuntas guna menekan penyebaran penyakit menular tersebut. (*)

Pos terkait