1 Tahun Sachrudin-Maryono Pengamat Nilai Arah Pembangunan Kota Tangerang Makin Jelas

1 Tahun Sachrudin-Maryono Pengamat Nilai Arah Pembangunan Kota Tangerang Makin Jelas
Satu Tahun Kepemimpinan Sachrudin-Maryono. Jum'at (20/2). Foto: Ahmad Syihabudin/Bantenekspres.co.id

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Tahun pertama sebuah pemerintahan kerap menjadi fase penentuan arah kebijakan. Di Kota Tangerang, setahun kepemimpinan Sachrudin bersama Maryono dinilai mulai menunjukkan fondasi pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.

Alih-alih menghadirkan gebrakan besar, kebijakan pada fase awal ini difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat agar lebih mudah dipahami dan langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Pengamat kebijakan publik dari IDP-LP, Riko Noviantoro, menilai salah satu ciri kepemimpinan tahun pertama adalah fokus pada kebutuhan mendasar warga.

“Program 3G, Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako cukup relevan dan menarik perhatian. Program ini menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, akses pekerjaan, hingga pemenuhan kebutuhan pokok. Pendekatan seperti ini membuat arah kebijakan pemerintah kota lebih mudah dipahami warga,” ujar Riko, Kamis 19 Februari 2026.

Menurutnya, tahun pertama merupakan fase peletakan fondasi, sehingga tidak tepat jika langsung diukur sebagai capaian akhir. “Yang penting adalah konsistensi arah kebijakan dan keberlanjutan pelaksanaannya,” tambahnya.

Indikator Makro Menguat

Arah pembangunan tersebut tercermin dari sejumlah indikator makro sepanjang 2024-2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 81,53 menjadi 82,41 poin. Angka harapan hidup naik dari 75,50 tahun menjadi 75,86 tahun, sementara harapan lama sekolah bergerak dari 13,90 tahun menjadi 13,96 tahun.

“Meski bertahap, tren ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat,” kata Riko.

Di sektor ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi menguat dari 5,04 persen menjadi 5,20 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka turun dari 5,92 persen menjadi 5,88 persen, dan tingkat kemiskinan menurun dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen.

Menurut Riko, perubahan yang belum terlalu signifikan ini justru menunjukkan stabilitas arah kebijakan sosial dan ekonomi yang mulai berjalan.

Penguatan Fondasi dan Capaian Nyata

Sementara itu, Wali Kota Sachrudin menegaskan sejak awal kepemimpinannya pembangunan diarahkan agar langsung dirasakan masyarakat. Tahun 2025 disebut sebagai fase penguatan fondasi, mulai dari perbaikan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas layanan publik, hingga pembangunan fisik di lingkungan permukiman.

“Semua pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami bekerja tidak sendirian, tetapi melibatkan semua pihak,” ujarnya.

Dalam kurun waktu setahun, sejumlah capaian disebut telah terealisasi, antara lain pembangunan 26 Graha Kita Bersama (GKB), bedah 1.000 rumah warga, pembangunan empat ruas jalan, serta pemberian beasiswa kepada 576 penerima manfaat.

Pemkot juga menyalurkan bantuan sosial tunai kepada 2.668 penerima, santunan kematian kepada 805 keluarga, serta bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 16.082 pekerja rentan. Selain itu, pelatihan bagi 1.000 wirausaha dan bantuan modal usaha Rp20 juta kepada 184 penerima manfaat turut digulirkan.

Deretan Penghargaan

Sepanjang setahun kepemimpinan, Pemkot Tangerang mengklaim meraih 81 penghargaan tingkat nasional dan regional. Di antaranya capaian Universal Health Coverage (UHC) yang konsisten di atas 98 persen dan menembus 100,71 persen pada 2025, sehingga kembali meraih UHC Award 2026 Kategori Madya dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Selain itu, Juara I BKN Award 2025 pada Rakornas Kepegawaian 2025, peringkat III Pemerintah Kota Terbaik dalam Pencegahan Korupsi 2025 dari Komisi Pemberantasan Korupsi, serta penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Tingkat Nasional 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup melalui inovasi Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai (SIPANTAU) kategori Rajata.

Riko menilai, meski belum menghadirkan hasil akhir, arah kebijakan dan fondasi pembangunan sudah mulai terlihat.

“Jika konsistensi ini dijaga, Kota Tangerang pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya akan memiliki ruang untuk terus tumbuh dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait