TELUKNAGA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Suasana khidmat menyelimuti kegiatan Tabligh Akbar yang digelar di Kampung Rawa Gempol, Desa Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Minggu malam, 15 Februari 2026.
Acara yang digelar dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H sekaligus Haul almarhum H. Supardi bin Suhaedah dan almarhumah Hj. Sumiati binti Emar Wijaya ini menjadi momen tak terlupakan bagi warga setempat.
Puncak acara ditandai dengan kejutan emosional dari perwakilan keluarga almarhum, yakni H. Kholid Ismail. Sebagai bentuk cinta dan bakti kepada orang tuanya, ia mengumumkan pemberian hadiah umrah gratis kepada sejumlah tokoh agama dan kerabat yang selama ini dinilai memberikan kontribusi besar bagi masyarakat.
Dalam sambutannya yang menyentuh, H. Kholid menekankan pentingnya mengingat kematian dan mengamalkan kebaikan selagi ada kesempatan.
“Tidak ada hal lain yang pantas kami berikan kepada orang tua kami selain doa. Ini adalah pembelajaran bagi kita bahwa kematian tidak memandang jabatan, harta, atau usia,” ujar H. Kholid.
Ia menambahkan bahwa pemberian umrah ini merupakan bentuk sedekah jariyah atas nama mendiang orang tuanya.
Pemberian hadiah ini disambut dengan rasa syukur yang mendalam. Para Ustaz mengaku tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan berkunjung ke Baitullah melalui wasilah keluarga H. Kholid.
“Ini suatu kebanggaan bagi kami para asatidz. Kami sangat bahagia dan tersanjung. Mudah-mudahan apa yang diberikan Bapak H. Kholid menjadi amal pahala bagi almarhum orang tua yang di-haul-kan,” ungkap salah satu Ustaz.
Senada dengan itu, Ustaz lainnya juga menyampaikan rasa haru karena tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk berangkat dalam waktu dekat.
“Masyaallah, takdir Allah memanggil kami untuk berziarah ke makam Rasulullah dan bertawaf di Makkah. Semoga keluarga besar Pak H. Kholid diberikan keberkahan,” tuturnya.
Tabligh Akbar ini juga dihadiri oleh penceramah-penceramah kondang, di antaranya KH. Hilman Mubarok (Aa Rhoma Muda), KH. Azat ZA (Kiai Leunca Ngora), KH. Unang Gozali (Kiai Balagadona Muda) dan KH. Asrul Muharram (Kiai Fuso). Rangkaian acara dimulai sejak sore hari dengan khatmil Quran, pembacaan tahlil, hingga pembacaan kitab Al barzanji.
Momen ini menjadi pengingat bagi warga Tangerang akan pentingnya menjaga silaturahmi dan memuliakan orang tua, bahkan setelah mereka tiada. (*)











