TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang yang ke-33, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar kegiatan Gebyar Pelayanan Keluarga Berencana (KB) secara Gratis.
Salah satu titik fokus kegiatan tersebut berlangsung di 16 Puskesmas, salah satunya yaitu di Puskesmas Neglasari yang digelar pada Selasa, 10 Februari 2026.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian mengatakan, kegiatan Gebyar Layanan Keluarga Berencana (KB) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga sekaligus memberikan akses layanan kontrasepsi secara cuma-cuma.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat pentingnya program KB,” kata Tihar
Dia menyampaikan, dalam Gebyar layanan ber-KB yang menjadi rangkaian salah satu kegiatan HUT ke-33 Kota Tangerang, difokuskan di 16 puskesmas terpilih di seluruh wilayah Kota Tangerang.
“Jadi dari 39 Puskesmas, kita fokuskan 16 Puskesmas dalam kegiatan Gebyar ini, tapi yang lain juga tetap melayani juga,” ujarnya.
Dia berharap, melalui Gebyar KB ini, cakupan pelayanan KB di Kota Tangerang meningkat pesat, sehingga terwujud masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera menyongsong masa depan,.
Sementara itu, Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga DP3AP2KB Kota Tangerang, dr. Dyah Utami mengatakan, pihaknya secara masif mendorong Pasangan Usia Subur (PUS) untuk beralih ke Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
“Kami mengarahkan masyarakat untuk menggunakan MKJP, seperti IUD (spiral), implan (susuk), serta metode operasi baik untuk wanita (MOW) maupun pria (MOP). Edukasi terus kami lakukan agar warga yang awalnya ragu atau takut, kini menjadi yakin untuk ber-KB,” kata dr Dyah.
Dia menyampaikan, program KB sebagai strategi kesejahteraan keluarga dalam edukasinya.
dr Dyah menekankan, program KB bukan sekadar membatasi jumlah anak, melainkan strategi besar untuk membangun ketahanan keluarga.
Dia menyebut, lima poin krusial tujuan program KB diantaranya, meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Yaitu mengatur jarak kelahiran.
“Ideal 3–5 tahun memberikan waktu bagi tubuh ibu untuk pulih, sehingga menurunkan risiko komplikasi dan angka kematian,” katanya.
Kemudian, menjamin tumbuh kembang anak, yaitu mencegah stunting dengan memastikan anak mendapatkan kasih sayang, nutrisi, dan ASI eksklusif yang maksimal.
Selain itu, program KB dapat memungkinkan orang tua fokus pada kualitas pendidikan, pangan bergizi, dan hunian layak sesuai kemampuan finansial.
Terlebih, program KB tersebut dapat menurunkan kehamilan yang tidak diinginkan (KTD)
“Program ber-KB juga dapat menghindari risiko aborsi tidak aman dan tekanan mental bagi orang tua. Kemudian juga dapat membantu negara mendistribusikan fasilitas kesehatan dan lapangan kerja secara lebih merata,” paparnya.
Meski layanan tersedia secara gratis, tambah dr Dyah, ia mengingatkan masyarakat agar tetap melakukan konsultasi dengan tenaga medis sebelum memilih jenis kontrasepsi. Hal ini penting untuk memastikan metode yang dipilih, seperti pil, suntik, IUD atau implan sesuai dengan kondisi kesehatan fisik masing-masing ibu.
“Jadi tetap harus melalui tenaga medis, melakukan konsultasi dulu dengan tenaga medis sebelum memilih jenis kontrasepsi,” tutupnya.(adv)











