Pemkab Tangerang Siapkan Sekolah Rakyat, Anak Difasilitasi dari Ujung Kepala ke Ujung Kaki

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Dr. H. Azis Gunawan memimpin rapat koordinasi bersama SDM Program Keluarga Harapan (PKH) dalam rangka menginventarisir data calon siswa Sekolah Rakyat. Foto: Tim PKH Kabupaten Tangerang.

TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Sosial telah tancap gas merealisasikan Program Nasional Presiden Prabowo Subianto, yakni Sekolah Rakyar (SR).

Program ini hadir sebagai solusi konkret bagi masyarakat kecil (wong cilik) agar mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa hambatan biaya.

Bacaan Lainnya

Sebagai langkah awal, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Dr. H. Azis Gunawan memimpin rapat koordinasi bersama SDM Program Keluarga Harapan (PKH) sejak Januari lalu. Pertemuan ini bertujuan menginventarisir data calon siswa untuk tahun ajaran 2026.

Azis Gunawan menegaskan, pendataan ini adalah bukti keseriusan Pemkab Tangerang dalam menyukseskan visi Presiden.

“Ini merupakan langkah awal keseriusan pemerintah daerah dalam mensuksesi program Presiden. Semoga apa yang kita lakukan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ucapnya dalam keterangan yang dikutip wartawan, Kamis, 5 Februari 2026.

Kepala Tim (Katim) PKH Kabupaten Tangerang Dede Damyati mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mengantongi data sinkronisasi dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“Kami melakukan pendataan awal dengan target 10 calon siswa per kecamatan, yang terdiri dari 5 siswa tingkat SD dan 5 siswa tingkat SMP. Hasil sinkronisasi total se-Kabupaten Tangerang saat ini berpotensi mencapai 205 calon siswa,” ujar Dede.

Adapun kriteria utama calon siswa Sekolah Rakyat ini merujuk pada Desil 1-2 dalam data Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hal ini dilakukan guna memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran bagi warga yang paling membutuhkan.

Berbeda dengan sekolah umum yang hanya menggratiskan biaya pembelajaran, Sekolah Rakyat menawarkan fasilitas yang jauh lebih komprehensif.

“Perbedaan SR dengan sekolah umum, siswa/i SR diboarding school-kan, seragam difasilitasi mulai dari ujung kaki sampai ke ujung kepala, makan dan minum, serta jajan di fasilitasi setiap hari, bahkan hingga Laptop semua difasilitasi oleh pemerintah. Dan selalu didampingi selama 24 jam oleh tenaga pendidik dan wali asuh,” jelasnya.

Sedangkan, disekolah umum seragam dan lainnya biaya sendiri, kecuali pembelajarannya yang gratis dan tidak diboarding schooll, serta tidak adanya pendampingan.

Terkait lokasi, Pemkab Tangerang merencanakan titik Sekolah Rakyat akan berada di Kitri Bakti, Kecamatan Curug. Namun, kepastian lokasi ini masih menunggu keputusan final dari Direktur dan Menteri Sosial (Gus Ipul). (*)

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait