Dukung ASI Eksklusif, Kantor Kecamatan Rajeg Sediakan Ruang Laktasi

Ruang laktasi tersedia di Kantor Kecamatan Rajeg sebagai bentuk dukungan terhadap program pemberian ASI eksklusif bagi balita di wilayah tersebut. Foto: Zakky Adnan/bantenekspres.co.id

RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi kaum ibu, Kantor Kecamatan Rajeg telah menyediakan fasilitas Ruang Laktasi.

Fasilitas ini dihadirkan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pemberian ASI eksklusif bagi balita di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

​Kepala Seksi Pelayanan Kantor Kecamatan Rajeg H. A Sobari menjelaskan, penyediaan ruangan khusus ini merupakan bagian dari standar pelayanan minimal untuk masyarakat.

Ruangan tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang memadai.

​”Kami ingin memastikan masyarakat yang datang merasa terlayani dengan baik. Di dalam ruang laktasi ini sudah tersedia kursi serta wastafel untuk menjaga higienitas ibu dan bayi,” ujar H. A Sobari saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 27 Januari 2026.

​Kehadiran fasilitas ini mendapat apresiasi positif dari tenaga kesehatan. Kepala Puskesmas Rajeg drg Tohiroh menekankan bahwa ruang laktasi harus tersedia di setiap tempat pelayanan publik demi memberikan rasa aman dan tenang bagi ibu menyusui maupun yang perlu memompa ASI.

​Menurut drg Tohiroh, faktor psikologis sangat memengaruhi produksi air susu ibu.

“Ketika menyusui di ruang terbuka, ibu sering kali merasa tidak nyaman atau merasa diperhatikan. Hal ini bisa menyebabkan stres yang mengakibatkan pengeluaran ASI menjadi tidak lancar,” jelasnya.

​Lebih lanjut, ia mengungkapkan kekhawatirannya jika tempat publik tidak menyediakan area privat. Ketidaknyamanan tersebut sering kali membuat para ibu enggan memberikan ASI kepada balitanya saat berada di luar rumah.

drg Tohiroh menambahkan juga bahwa memberikan ASI eksklusif merupakan tantangan tersendiri bagi ibu yang bekerja untuk selalu memompa ASI.

​Hadirnya ruang laktasi di Kantor Kecamatan Rajeg diharapkan dapat menjadi contoh bagi instansi publik lainnya untuk lebih peduli terhadap kebutuhan ibu dan anak. (*)

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait