Banjir, Ratusan Lahan Sawah Terancam Puso di Kabupaten Tangerang

Sawah di Kabupaten Tangerang terendam banjir akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai.

TIGARAKSA,BANTENEKSRES.CO.ID – Kepala Bidang (Kabid) Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang Bambang Purnama mengatakan, curah hujan tinggi yang disertai luapan air sungai menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. Banjir ini berdampak langsung pada sektor pertanian, khususnya tanaman padi pada musim tanam 2025 hingga 2026.

Berdasarkan data Insidentil Banjir per 27 Januari 2026, luas lahan pertanian padi di Kabupaten Tangerang yang terdampak banjir tercatat mencapai sekitar 1.412,5 hektare, dengan 194,5 hektare di antaranya masuk kategori puso atau gagal panen.

Bacaan Lainnya

Di mana, wilayah terdampak tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Tigaraksa, Cisoka, Jayanti, Panongan, Balaraja, Rajeg, Jambe, Pakuhaji, Mauk, Kresek, Kemiri, hingga Sukamulya. Beberapa desa di Kecamatan Cisoka dan Panongan menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan tanaman cukup signifikan akibat genangan yang berlangsung cukup lama.

“Langkah yang kami lakukan antara lain berkoordinasi dengan petugas lapangan seperti PPL dan POPT, melakukan pemantauan, serta pendataan lahan pertanian yang terdampak banjir maupun pascabanjir,” jelasnya, Selasa 27 Januari 2026.

Menurutnya, pendataan menjadi dasar untuk pengusulan bantuan dan koordinasi lanjutan dengan pemerintah provinsi maupun Kementerian Pertanian, terutama bagi lahan yang mengalami gagal panen.

“Minimal bantuan yang akan kami berikan adalah benih padi untuk petani terdampak. Untuk bantuan lainnya, saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi dan Kementerian Pertanian,” jelasnya.(*)

Reporter: Asep Sunaryo

Pos terkait