TIGARAKSA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi melanda di puluhan kecamatan.
Rincinya, data yang masuk hingga Minggu 25 Januari 2026 dan masih menggenang hingga Senin 26 Januari 2026. Yakni, di Kecamatan Solear dengan sedikitnya 167 KK terdampak di Desa Munjul, Kecamatan Tigaraksa dengan sekitar 656 KK terdampak di wilayah yang berbatasan dengan KecamatanCikupa dan Desa Pasir Bolang. Lalu di Kecamatan Cikupa sebanyak 73 KK, Kecamatan Jambe sebanyak 35 KK, Kecamatan Legok 3 KK, Kecamatan Kelapa Dua mencakup beberapa RW dengan genangan hingga 170 sentimeter.
Kemudian, di Kecamatan Sukamulya sebanyak 43 KK, Kecamatan Rajeg menjadi salah satu wilayah terparah dengan total lebih dari 337 KK terdampak dan 60 warga mengungsi. Kecamatan Kresek dengan 467 KK, Kecamatan Balaraja dengan jumlah terbesar mencapai 815 KK. Serta, Kecamatan Kemiri yang mencatat sedikitnya 582 KK terdampak di beberapa desa.
Masih di data BPBD, ada genangan juga dilaporkan di kecamatan lain diantaranya di Pagedangan, Sindang Jaya, Sepatan Timur, dan Sepatan.
“Data di BPBD mencatat ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 170 sentimeter. Terdampak dinKecamatan Rajeg, Balaraja, Tigaraksa, Solear, Jambe, Kelapa Dua, Kemiri, Kresek, Sukamulya, hingga Legok. Banjir merendam permukiman warga, perumahan dan akses jalan lingkungan,” jelasnya, Senin 26 Januari 2026.
Untuk di Kecamatan Rajeg banjir menggenangi beberapa kawasan perumahan seperti Perumahan Vilagio, Nuansa Mekarsari, Sukasari Indah Permai, hingga Mutiara Tanjakan Mekar. Di mana, ratusan kepala keluarga terdampak, bahkan puluhan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena ketinggian air mencapai 60 sentimeter.
Lalu di Kecamatan Balaraja, banjir melanda Desa Pasir Ampo dan Perumahan Griya Sutra. Tercatat ratusan rumah terendam dengan jumlah warga terdampak mencapai ribuan jiwa. Banjir juga menerjang di Kecamatan Tigaraksa dan Kelapa Dua, di mana genangan air masih bertahan hingga siang hari.
Taufik menyebutkan, selain banjir beberapa kejadian lain juga terjadi akibat cuaca ekstrem, di antaranya pergeseran tanah di wilayah Tigaraksa yang berdampak pada lima rumah warga, pohon tumbang di Kecamatan Kelapa Dua.
“Sebagian wilayah masih tergenang dan terus dipantau. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Kami tangani warga terdampak banjir dengan distribusi logistik dan evakuasi bersama TNI, Polri dan warga serta relawan dan pemerintah desa,” jelasnya.(*)
Reporter: Asep Sunaryo











