KEMIRI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana memimpin langsung pengecekan lokasi banjir yang merendam ratusan rumah di Desa Legok Sukamaju, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Minggu, 25 Januari 2026. Sebanyak 885 jiwa terdampak akibat meluapnya Sungai Cipasilian.
Didampingi Kepala Desa Legok Sukamaju M. Fathullah dan jajaran personel Polsek Mauk, peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan warga serta kesiapan titik-titik pengungsian.
Kapolsek Mauk, AKP I Nyoman Nariana mengungkapkan, banjir menggenangi pemukiman warga dengan ketinggian air berkisar antara 10 centimeter hingga 40 centimeter.
”Kami telah mendata wilayah terdampak di Desa Legok Sukamaju. Total ada sekitar 370 unit rumah yang terendam air. Saat ini fokus kami adalah memastikan warga di pengungsian dalam keadaan aman,” ujar AKP I Nyoman Nariana.
Berikut adalah rincian data dampak banjir di Desa Legok Sukamaju:
● RT 10 RW 04: 70 rumah terendam (150 jiwa)
● RT 11 RW 04: 50 rumah terendam (190 jiwa)
● RT 12 RW 04: 120 rumah terendam (310 jiwa)
● RT 14 RW 04: 130 rumah terendam (235 jiwa)
Pihak kepolisian melaporkan bahwa debit air mulai mengalami penurunan sekitar 10 centimeter pada sore hari. Meski demikian, sejumlah titik pengungsian telah disiapkan untuk menampung warga, di antaranya:
● Kolam Renang Aji Bajuri (Perbatasan Buniayu-Kemiri).
● Musala Kampung Kendayakan.
● Sejumlah rumah warga yang aman dari banjir.
● Tenda darurat di depan pabrik kerupuk.
Selain Desa Legok Sukamaju, pengecekan juga dilakukan di Desa Klebet. Namun, di lokasi tersebut tidak ditemukan rumah warga yang terendam. Banjir di Desa Klebet hanya menggenangi area persawahan akibat luapan Sungai Cimanceuri.
Sebagai langkah tindak lanjut, Kapolsek Mauk telah berkoordinasi dengan Camat Kemiri dan BPBD Kabupaten Tangerang untuk percepatan penanggulangan banjir.
”Kami sudah berkomunikasi dengan pihak Kecamatan dan BPBD. Penanganan selanjutnya akan diproses melalui koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang guna memastikan bantuan dan solusi jangka pendek segera terealisasi,” tutup Kapolsek.
Hingga berita ini diturunkan, personel Polsek Mauk masih terus melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi kenaikan debit air jika hujan kembali turun. (*)
Reporter: Zakky Adnan











