Meski Banjir Surut, Kota Tangerang Masih Berstatus Waspada Hujan Lebat

Meski Banjir Surut, Kota Tangerang Masih Berstatus Waspada Hujan Lebat
Mahdiar (kanan) Kepala BPBD Kota Tangerang bersama Wali Kota Sachrudin dan Sekda Herman Suwarman usia apel siaga bencana hidrometeorologi beberapa Waktu lalu. Foto Ahmad Syihabudin/Bantenekspres.co.id

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menyatakan wilayahnya masih berstatus waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.

Status waspada tersebut mengacu pada peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem hidrometeorologi yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pihaknya telah menyusun anggaran serta langkah-langkah kesiapsiagaan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang tidak hanya terjadi hari ini, tetapi juga dalam beberapa hari ke depan. Ia menilai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di wilayah Jakarta turut berpengaruh terhadap kondisi cuaca di Kota Tangerang.

“Kami membuat perencanaan berdasarkan perkembangan cuaca dalam beberapa hari ke depan, karena kondisi saat ini tidak seperti biasanya, baik dari sisi durasi maupun luas wilayah terdampak,” kata Mahdiar saat dihubungi Bantenekspres.co.id, Minggu 25 Januari 2026.

Menurutnya, BPBD menyesuaikan seluruh kegiatan, peralatan, dan kesiapsiagaan personel sesuai dengan dinamika cuaca yang terjadi. Setiap perubahan kondisi cuaca juga disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai kanal informasi agar dapat diantisipasi sejak dini.

“Kami menyesuaikan kegiatan dengan kondisi cuaca yang ada. Setiap perubahan kami sampaikan melalui media agar masyarakat bisa bersiap,” ujarnya.

Mahdiar menegaskan, meskipun banjir di sejumlah wilayah telah dilaporkan surut, potensi hujan lebat masih perlu diwaspadai. Petugas BPBD tetap disiagakan selama 24 jam dengan sistem piket bergantian sesuai arahan Wali Kota Tangerang.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan kesiapsiagaan mandiri, mulai dari mengamankan barang-barang penting hingga memahami titik rawan banjir dan lokasi evakuasi yang telah ditetapkan. Warga diminta terus memantau perkembangan cuaca dan segera bersiap apabila hujan deras terjadi dalam durasi yang cukup lama guna mengantisipasi banjir susulan.

“Warga harus mempersiapkan diri masing-masing, mengetahui apa yang perlu diamankan, serta memahami titik-titik evakuasi yang telah ditentukan,” katanya.

BPBD Kota Tangerang bersama unsur TNI-Polri, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, aparat wilayah, dan relawan terus melakukan pemantauan lapangan. Upaya yang dilakukan meliputi penyedotan genangan di fasilitas umum, pengerahan personel dan perahu, serta membantu mobilisasi warga di wilayah terdampak.

Selain itu, posko kesehatan dan dapur umum telah disiagakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir. BPBD juga membuka layanan Emergency Call Center 112 serta hotline (021) 5582144 bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat.

“Masyarakat yang terdampak dan membutuhkan pelayanan kedaruratan BPBD dapat segera menghubungi hotline kami,” pungkasnya. (*)

Pos terkait