Damkar Tangsel Bantu Pemakaman Pria Berbobot 200 Kg

Tim Rescue Dinas Dinas Pemadam Kebakaran dan penyelamatan Kota Tangsel membantu proses pemakaman pria obesitas di Serpong Utara. Damkar Tangsel For Bantenekspres.co.id

SERPONG UTARA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Tim Rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tangsel membantu proses pemakaman warga yang memiliki kelebihan berat badan (obesitas).

Warga yang minta bantuan tersebut adalah keluarga dari almarhum Indra Irawan (33) yang beralamat di Jalan Salak Putih 1, Kampung Bojong, RT 1/12 Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara.

Bacaan Lainnya

Indra memiliki berat badan sekitar 200 kilogram dan meninggal pada Kamis, 22 Januari 2026. Dan langsung dimakamkan di pemakaman keluarga tak jauh dari kediamaannya di Serpong Utara.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tangsel Ahmad Dohiri mengatakan, pada Kamis, 22 Januari 2026 pihaknya mendapat permintaan warga untuk membantu proses pemakaman anggota keluarganya yang memiliki obesitas

“Almarhum meninggal rumah karena sakit yang dideritanya. Pihak keluarga minta tolong ke kita untuk membantu proses pamakamannya,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Jumat, 23 Januari 2026.

 

prosesi pemakaman pria obesitas berbobot 200 kg

Sementara itu, Komandan Regu Rescue Grup Alpa pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Darusalam mengatakan, pihaknya mulai membantu proses pemakaman pria obesitas ini dari mulai pemandian sampai penurunan ke liang lahat.

“Jadi kita sampai di rumah itu saat jenazah sedang dimandikan. Kata keluarga, untuk mengangat jenazah saja diperlukan lebih dari 10 orang,” ujarnya.

Darus menambahkan, setelah selesai dimandikan dan dikafani, jenazah kemudian diangkat ke karanda yang memiliki roda. Sehingga proses membawa jenazah ke pemakaman bisa di dorong.

“Jarak rumah dengan makam hanya sekitar 50 meter saja, sehingga karanda cukup didorong saja,” tambahnya.

Menurutnya, penurunan jenazah ke liang lahat tidak bisa dilakukan seperti pada umumnya dan harus pakai tripod besi dan dikatrol. Mayat yang telah dikafani diletakkan di atas tandu scoop (lipat) dan berlahan diturunkan.

Menurutnya, ukuran lubang kuburan biasanya lebarnya sekitar 1 meter kurang, namun, khusus untuk jenazah Saputra maka lebarnya ditambah. “Kalau panjang dan tinggi tetap sama,” jelasnya.

“Saat penurunan jenazah pakai katrol, diliang lahat ada 2 anggota saya yang tugasnya melepas tali dan tandu. Setelah di bawah tandu dimiringkan dan dilepas. Lalu, jenazah digeser agar posisinya tepat,” terangnya.

Darua mengungkapkan, pihaknya menurunkan 5 personel rencue untuk membantu proses pemakaman pria obesitas tersebut. “Alhamdulliah, setelah 1 jam berjuang kita berhasil menurunkan jenazah ke liang lahat. Kemudian proses pemakaman dilanjutkan oleh pihak keluarga,” tutupnya. (*)

Pos terkait