Korban Banjir Bandang Diabaikan Pemerintah, Aktivis Lebak Gelar Open Donasi

Seorang warga memberikan donasi berupa semen dua sak, di alun-alun Rangkadbitung, Rabu 14 Januari 2026. Foto : A Fadilah/BantenEkspres.co.id

RANGKASBITUNG, BANTENEKAPRES.CO.ID – Sejumlah aktivis Kabupaten Lebak menggelar aksi open donasi untuk pembangunan hunian tetap (Hintap) 315 Kepala Keluarga (KK) korban banjir bandang 2020 di Kecamatan Lebak gedong dan Cipnas yang saat ini kondisinya memprihatinkan enam tahun tinggal di hunian sementara (Huntara) yang tidak layak.

Ade Surnaga, Koordinator open donasi menyatakan keprihatinannya dengan kondisi korban banjir bandang yang haknya terabaikan oleh negara.

Bacaan Lainnya

“Aksi open donasi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap saudara-saudara kita yang sudah enam tahun tinggal di Huntara yang beralas, berdinding dan beratap terpal kumuh,” kata Surnaga, kepada BantenEkspres, di alun-alun Rangkasbitung, Rabu 14 Januari 2026.

Menurutnya, pemerintah telah abai terhadap masyarakat yang menjadi korban bencana. Harusnya, pemerintah daerah, provinsi dan pusat hadir bukan hanya sekedar melihat – lihat kondisi mereka saja. Karena, yang dibutuhkan korban bencana adalah keseriusan penanganan oleh pemerintah.

“Yang terjadi selama ini, pemerintah hanya janji-janji saja tanpa ada realisasi, pembangunan Huntap yang dijadwalkan dibangun tahun 2025 batal dibangun dengan berbagai alasan,” ujarnya.

Lanjut dia, korban banjir bandang yang saat ini berada di Cigobang perbatasan Bogor, Jawa Barat, iri terhadap korban bencana warga Bogor , mereka sudah tinggal di Huntap yang sangat layak dengan akses jalan yang juga layak.

“Iya kebetulan Huntara warga Lebak Gedong dengan Huntap warga Bogor berdekatan, terlihat sangat kontras penanganan dan perlakuan pemerintah Bogor dan pemkab Lebak terhadap warganya yang jadi korban bencana,” paparnya.

Untuk itu, kata Ade, dia selain melakunan open donasi hingga tanggal 20 Januari, pihaknya juga akan melakuakan aksi ke istana presiden, jika korban bencana ini belum juga mendapatkan keadilan.

“Donasi ini dalam bentuk material, dan kita tidak menerima dalam bentuk uang, hasilnya nanti akan kita bangun hunian untuk mereka korban bencana,” ucapnya.(*)

Reporter : A Fadilah

Pos terkait