Malam-Malam Cemas di Tepian Jurang, Potret Warga Mutiara Puri Harmoni Menanti Janji yang Terkikis

RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Bagi Mizdar Zizmi (41), suara rintik hujan bukan lagi simfoni penenang malam. Sebaliknya, setiap tetes air yang jatuh dari langit Kabupaten Tangerang adalah alarm bahaya yang memaksanya untuk tetap terjaga saat dunia terlelap.

Di Blok P4 Nomor 28, RT 02 RW 10, Perumahan Mutiara Puri Harmoni, Desa Rajeg, hidup Mizdar dan keluarganya kini dipertaruhkan di tepi sungai yang kian menganga.

​Sudah setengah tahun berlalu sejak tanah di samping rumahnya mulai gugur ke dasar sungai. Kini, sebuah lubang menganga dengan kedalaman mencapai 2 meter telah tercipta, hanya berjarak beberapa langkah dari pintu rumahnya.

Bacaan Lainnya

​Penyebabnya klasik namun mematikan, debit air sungai yang meluap setiap kali hujan deras mengguyur Kecamatan Rajeg. Arus air yang liar terus menggerus tanah, menciptakan ancaman nyata yang kian mendekat ke permukiman.

​”Khawatirnya tiba-tiba longsor dan mengancam keselamatan nyawa anak istri saya,” ungkap ayah dari enam anak ini dengan nada getir, Selasa, 13 Januari 2026.

​Ironisnya, lokasi yang kini menjadi sumber ketakutan itu dulunya adalah alasan utama Mizdar memilih hunian di bawah naungan Vista Land Group. Saat akad beli diteken, ia dijanjikan bahwa lahan di depan rumahnya akan menjadi jalan utama penyeberangan sungai yang strategis.

​Namun, alih-alih menjadi akses jalan yang kokoh, lahan tersebut justru berubah menjadi jurang yang mengancam. Laporan demi laporan telah dilayangkan kepada pihak pengembang selama enam bulan terakhir, namun hingga kini, belum ada satu pun alat berat atau tindakan perbaikan yang terlihat di lokasi.

​Mizdar kini hanya bisa berharap pada dua pihak, nurani pengembang dan ketegasan pemerintah Kabupaten Tangerang. Ia tidak menuntut kemewahan, ia hanya menuntut rasa aman yang seharusnya menjadi hak dasar setiap pemilik rumah.

Selama perbaikan belum dilakukan, setiap kali mendung menggantung di langit Rajeg, Mizdar akan kembali bersiaga. Menjaga istri dan keenam buah hatinya agar tidak ikut terperosok bersama tanah yang terus terkikis waktu. (*)

Pos terkait