SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Hujan deras dengan intensitas tinggi, sejak Minggu 11 Januari malam hingga Senin 12 Januari siang, membuat empat kecamatan di Kabupaten Serang diterjang banjir.
Keempat kecamatan itu yakni, Kecamatan Anyer, Cinangka, Padarincang, dan Kecamatan Kibin, yang membuat ratusan KK dengan ribuan warga terdampak.
Meski begitu, tidak ada satupun warga di empat kecamatan tersebut memilih untuk mengungsi ke tempat yang aman, karena banjir yang menerjang ini sudah biasa terjadi di wilayahnya membuat warga memilih tatap tinggal sembari menunggu air surut.
Hal itu disampaikan, Anggota Pusdalops pada BPBD Kabupaten Serang Jhonny E Wangga saat diwawancarai wartawan melalui telepon seluler, Senin 12 Januari 2026.
Jhonny mengatakan, informasi sementara banjir yang melanda Kabupaten Serang terjadi di empat kecamatan dan empat desa yaitu, Desa Ketos, Kecamatan Kibin, Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Desa Sindangkarya, Kecamatan Anyer, dan Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang.
Banjir ini terjadi, karena intensitas hujan yang tinggi ditambah meluapnya Sungai Cikalumpang, dan Cidanau, serta drainase yang rusak, membuat air naik merambah ke rumah warga sekitar.
“Ini baru informasi sementara yang kita dapatkan, kemungkinan ada penambahan lokasi yang banjir, ini penyebabnya beda-beda ya seperti di Cinangka dan Padarincang itu karena luapan sungai. Untuk di Kibin memang perumahannya, berada dataran bawah gitu,” katanya.
Jhonny mengatakan, hasil dari asesmen petugas di lapangan tidak ada warga terdampak yang ingin mengungsi, karena memang sudah terbiasa atas kondisi tersebut sebab setiap hujan deras yang mengguyur seharian pasti banjir.
Sehingga, warga terdampak memilih tatap tinggal sembari menunggu air surut, karena biasanya lima sampai tujuh jam air perlahan surut dengan sendirinya.
“Untuk saat ini, warga tidak ada satupun yang mau mengungsi atau tidak meminta evakuasi, mungkin karena banjir di wilayahnya langganan ya jadinya mereka menunggu surut aja. Tadi saya komunikasi dengan petugas di lapangan, katanya ada warga duduk sambil ngopi di depan rumahnya, diminta ngungsi tidak mau,” ujarnya.
Dikatakan Jhonny, ada ratusan KK dengan ribuan jiwa yang terdampak banjir sementara ini, dan kini petugas BPBD Kabupaten Serang melakukan penanganan seperti asesmen.
Ada berbagai kendala yang dialaminya, mulai dari kendaraan operasional yang belum memadai, lalu jarak tempuh ke lokasi banjir yang cukup jauh dan sarana prasarana juga kekurangan.
“Saat ini tim sudah diberangkatkan ke lokasi banjir untuk melakukan asesmen, pemantauan tinggi muka air, lalu dilengkapi dengan perlengkapan evakuasi. Kelanjutannya, kita sedang koordinasi dengan BBWSC3 dan PUPR untuk penanganan sungainya menggunakan alat berat dan lainnya,” ucapnya. (*)











