MAJA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Ibadah Natal dan Tahun Baru 2026 untuk pertama kalinya dilaksanakan di Gereja Bersama kawasan Citra Maja City, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten. Rumah ibadah tersebut menjadi simbol toleransi dan kerukunan umat beragama karena digunakan oleh jemaat dari 17 denominasi Kristen yang ada di wilayah Maja.
Pelaksanaan ibadah Natal bersama perdana ini berlangsung khidmat, aman, dan damai dengan dihadiri hingga 1.500 jemaat dari berbagai gereja. Kegiatan tersebut sekaligus menandai babak baru bagi umat Nasrani di Maja yang sebelumnya melaksanakan ibadah secara terpisah di ruko-ruko dan perumahan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Halson Nainggolan, Asisten Daerah (Asda) II Provinsi Banten Budi Santoso, Kepala DPMPTSP Provinsi Banten Virgojanti, Anggota DPRD Provinsi Banten Hafiz Ardianto, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lebak, perwakilan dari Kemenag Lebak, Direksi Citra Maja City Petrus, Dandim Lebak, Wakapolres Lebak, Camat Maja, Panitia Nataru, Heyneken P Purba , Toni Sipahutar selaku ketua panitia peribadatan Gereja Bersama Citra Maja City.
Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, menegaskan, bahwa Provinsi Banten merupakan daerah yang aman dan menjaga nilai toleransi. Dirinya memastikan tidak ada hambatan bagi umat beragama dalam menjalankan ibadah, termasuk perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Tidak ada yang kesulitan untuk ibadah Natal dan Tahun Baru, karena Banten adalah daerah yang aman, damai, dan toleransi kami sangat menjaga itu. Jadi jangan takut, baik kaum minoritas maupun kaum yang lemah. Termasuk orang yang mau berinvestasi di Banten juga aman. Banten adalah daerah yang rukun,” kata Dimyati, dalam sambutannya, Sabtu 10 Januari 2026.
Sementara itu, PJ Sekda Lebak, Halson Nainggolan mengatakan, perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 ini merupakan yang pertama sejak Gereja Bersama tersebut berdiri dan diresmikan di wilayah Maja.
“Ini sebenarnya pertama kali sejak Gereja Bersama ini berdiri. Sebelumnya memang sudah ada ibadah Natal bersama, tapi masih di internal lokal gereja-gereja yang tersebar di ruko perumahan. Sekarang Pemerintah Daerah bersama Citra Maja City sudah membangun Gereja Bersama yang diresmikan oleh Menteri Agama dan Bupati Lebak beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Menurut Halson, ibadah Natal dan Tahun Baru kali ini diikuti jemaat dari 17 gereja yang ada di Maja. Ia berharap ke depan perayaan Natal bersama tidak hanya terbatas di Rangkasbitung atau Maja, tetapi dapat dilaksanakan secara bersama di seluruh Kabupaten Lebak.
Direksi Perumahan Citra Maja City, Petrus, mengungkapkan bahwa pada awal pembangunan Gereja Bersama sempat muncul kesulitan, namun hal tersebut lebih disebabkan kurangnya komunikasi antar warga.
“Sebenarnya bukan penolakan, tapi komunikasi saja yang belum nyambung dan belum saling mengenal. Setelah saling mengenal, tidak ada persoalan terkait ibadah di Gereja Bersama ini,” ungkapnya.(*)











