TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dua bocah perempuan yang ditemukan terlantar di kawasan Poris Gaga, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat diamankan di rumah singgah Dinas Sosial Kota Tangerang, kedua anak tersebut kini telah dijemput oleh pihak keluarganya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang, Acep Wahyudi menyebutkan, bahwa Nabila (7) dan Nadita (4) yang merupakan kakak beradik tersebut telah dijemput dan diserahkan kepada keluarga pada Selasa sore, 7 Januari 2026.
“Alhamdulillah, kemarin dua anak yang sempat ditelantarkan ibunya itu sudah dijemput oleh pihak keluarga dari ayahnya,” ungkap Acep.
“Tapi sebelum diserahkan, kami lakukan verifikasi terlebih dahulu dengan ketat untuk memastikan yang menjemput benar keluarga mereka,” sambungnya.
Acep menyampaikan, keluarga dua bocah perempuan tersebut dijemput oleh pamannya bernama Indra yang merupakan kakak kandung Ade Purwanto, ayah kedua bocah tersebut.
Penyerahan dilakukan secara resmi dengan disertai pernyataan kesanggupan untuk mengasuh dan merawat anak-anak tersebut.
“Setelah kami pastikan melalui kelengkapan administrasi terkait hubungan keluarganya, baru anak-anak kami serahkan,” ujar Acep.
Dia menyampaikan, berdasarkan data Kartu Keluarga yang diperoleh Dinsos, keluarga kedua bocah tersebut tercatat berasal dari wilayah Peninggilan Utara, Kecamatan Ciledug. Proses penelusuran keluarga dilakukan melalui jejaring Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang tersebar di seluruh Kota Tangerang.
“Keluarga itu kami dapat dari PSM. Ada komunikasi lewat telepon, lalu dilakukan video call. Saat video call, anak-anak memanggil yang menelepon itu ‘uwak’, yang berarti pamannya,” ujarnya.
Disinggung adanya dugaan penelantaran yang dilakukan ibunya kedua bocah tersebut, Acep mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, bahwa ibu kandung kedua anak tersebut memiliki riwayat sakit dan sebelumnya sempat berada di panti sosial bersama anak-anaknya.
“Informasi yang kami dapat, si ibu ini sempat berada di panti bersama anak-anaknya. Anaknya memang ada tiga. Dua yang ditemukan kemarin, satunya lagi masih bayi dibawa oleh ibunya,” jelasnya.
Namun, bagaimana proses keluarnya sang ibu dari panti hingga berujung pada peristiwa penelantaran tersebut masih belum sepenuhnya masih didalami. “Apakah ditinggalkan atau seperti apa, itu masih kami dalami. Yang pasti, informasi dari keluarga menyebutkan si ibu memiliki riwayat penyakit ayan (Epilepsi),” tambahnya.
Acep menambahkan, meski kedua bocah perempuan tersebut telah dikembalikan kepada pihak keluarganya, pihaknya akan terus melakukan pengawasan. Monitoring lanjutan akan dilakukan untuk memastikan kondisi dan keselamatan anak tetap terjamin.
“Kami minta komitmen keluarga untuk mengurus anak-anak ini, Ke depan, tentu akan ada pemantauan,” tegas Acep.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan kasus serupa. Menurutnya, Kota Tangerang memiliki hampir seribu PSM yang siap menerima laporan dan menindaklanjutinya.
“Kalau menemukan anak terlantar, silakan lapor ke Tim Reaksi Cepat (TCR) Dinas Sosial Kota Tangerang di nomer 0895608722422. PSM kita ada hampir 986 orang di seluruh wilayah Kota Tangerang, dan pengaduan pasti akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (*)











