SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Serang menyerukan aksi solidaritas dan gotong royong dari berbagai unsur masyarakat untuk membantu warga yang terdampak banjir serta cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Kota Serang.
Seruan tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Serang, Mochamad Nasir, saat menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada warga di Lingkungan Cikedung Jenggot, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Minggu 4 Januari 2025.
Menurut Nasir, bencana alam merupakan persoalan bersama yang tidak dapat ditangani secara individual. Ia menegaskan pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.
“Situasi seperti ini membutuhkan kepedulian kolektif. Kami mengajak seluruh kader, relawan, dan masyarakat untuk bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Nilai gotong royong harus terus kita hidupkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, PDI Perjuangan Kota Serang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui penyaluran bantuan logistik, pendampingan warga, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar penanganan bencana dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan yang sama, Nasir yang akrab disapa Bang Ocing juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja BPBD Kota Serang yang dinilainya sigap sejak awal kejadian.
“Kami mengapresiasi BPBD yang langsung turun ke lapangan melakukan pemantauan, evakuasi, pendataan korban, hingga membuka dapur umum bersama instansi lain. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar dampak bencana dapat segera diminimalkan,” katanya.
PDI Perjuangan Kota Serang juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan, terutama di wilayah yang selama ini dikenal rawan bencana. “Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kepedulian dan kerja bersama menjadi kunci agar Kota Serang bisa segera pulih,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kasemen, Asep Mahdar, mengatakan bahwa seluruh kader partai di tingkat kecamatan dan kelurahan telah dikerahkan sejak awal untuk membantu warga terdampak.
“Kader kami aktif melakukan pendataan, menyalurkan bantuan, serta berkoordinasi dengan aparat setempat dan BPBD guna memastikan penanganan berjalan optimal,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara BPBD Kota Serang per Minggu 4 Januari 2025 pukul 14.10 WIB, banjir tercatat terjadi di 18 titik dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter, terutama di wilayah Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang.
Secara keseluruhan, bencana banjir dan cuaca ekstrem di Kota Serang berdampak pada 1.206 kepala keluarga atau 4.211 jiwa. Selain itu, tercatat 1.098 rumah terendam, 10 rumah mengalami kerusakan, 62 kepala keluarga atau 63 jiwa mengungsi, satu fasilitas umum berupa SDN Ambon terendam, empat kejadian pohon tumbang, serta sembilan kejadian rumah roboh atau rusak.
Hingga saat ini, BPBD Kota Serang bersama instansi terkait masih terus melakukan pemantauan cuaca, menurunkan personel dan peralatan, membuka dapur umum, menangani pohon tumbang, serta melakukan pendataan lanjutan terhadap rumah dan warga terdampak. (*)











