Kota Tangerang Nyatakan Siaga Bencana Hidrometeorologi

Kota Tangerang Nyatakan Siaga Bencana Hidrometeorologi
Kepala Dinsos Kota Tangerang, Mulyani tengah memeriksa kesiapan bantuan logistik untuk korban bencana. Foto Abdul Aziz/Bantenekspres.co.id

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID Pemkot Tangerang terus berkomitmen memperkuat aksi mitigasi bencana di musim penghujan pada akhir tahun ini.

Pemkot Tangerang juga telah menetapkan status Siaga Bencana Hidrometeorologi sampai Maret 2026 mendatang.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan, Pemkot Tangerang memastikan persiapan lintas sektor dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologi khususnya banjir.

Dikatakannya, Pemkot Tangerang telah melakukan Apel Siaga Bencana dan Simulasi Evakuasi Bencana Hidrometeorologi di Situ Cipondoh, Kota Tangerang, belum lama ini

“Pemkot Tangerang sudah melakukan apel siaga bencana, kita sudah menyatakan Kita Tangerang status siaga bencana. Kita melibatkan seluruh instansi terkait bersama elemen masyarakat bersatu padu untuk mengantisipasi bagaimana untuk meminimalisir melakukan pencegahan dalam kesiapsiagaan kita,” kata Sachrudin usai melepas pemberangkatan tim relawan ke lokasi bencana Sumatera dan Aceh, Jumat, 19 Desember 2025.

“Kita bersama-sama mengantisipasi potensi bencana yang bisa saja terjadi di Kota Tangerang. Kita berupaya memitigasi di sejumlah kawasan rawan banjir seperti Sungai Cisadane, Kali Angke, Kali Sabi dan sebagainya,” sambungnya.

Dia menjelaskan, BPBD Kota Tangerang telah melakukan pemetaan daerah titik-titik lokasi rawan banjir di Kota Tangerang termasuk kesiapan alat kelengkapan Penanganan bencana.

“Penanganan banjir ini semua kita libatkan termasuk pengurus RT RW dan masyarakat. Karena .setiap persoalan ini perlu ditangan bersama-sama tidak hanya pemerintah saja, semua terlibat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan, wilayah rawan banjir yang sebelumnya berada di 39 titik, turun menjadi 26 titik dan kini terakhir menjadi delapan titik.

“Kini titik-titik rawan banjir tersebut sudah berkurang dan terus diupayakan untuk tidak terjadi banjir lagi. Saat ini, titik-titik rawan banjir ada beberapa kecamatan diantaranya, Kecamatan Cipondoh titik lokasi rawan banjir yakni di Kampung Candulan. Pemkot Tangerang rencananya tahun 2026 akan melakukan pembebasan lahan bibir Sungai Kali Angke guna pembangunan Turap sebagai upaya pencegahan banjir.

Kemudian di Kecamatan Pinang, titik lokasi banjir yakni di Kampung Gempol l. Di kecamatan larangan terdapat beberapa titik lokasi rawan banjir salah satunya di Perumahan Taman Asri. Kemudian di Kecamatan Ciledug titik lokasi rawan banjir yakni Perumahan Puri Kartika dan Duren Villa. Sedangkan di Kecamatan Karang Tengah yakni di Komplek DDN serta beberapa titik rawan banjir di Kecamatan Periuk, Jatiuwung dan Cibodas.

Dikatakan Mahdiar, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik secara langsung maupun melalui media sosial. Tak hanya itu, para petugas BPBD juga siaga 24 jam apabila terjadi bencana dan kegawatdaruratan.

“Petugas kami siaga penuh selama 24 jam. Sehingga, para petugas juga dapat segera merespons kejadian-kejadian kegawatdaruratan maupun bencana di Kota Tangerang,” ujar Mahdiar.

Tak hanya itu, pihaknya juga kembali melakukan pemeriksaan alat berat dan peralatan penunjang tanggap darurat kebencanaan lainnya untuk memastikan semuanya dapat beroperasi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi kebencanaan yang berlaku.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan sebagai salah satu upaya pencegahan banjir dari masyarakat. Di antaranya, dengan rutin melakukan kerja bakti dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Jangan lupa untuk menyimpan dokumen-dokumen penting di tempat yang aman. Sehingga, tidak rusak apabila terjadi bencana seperti banjir dan lainnya. Jangan lupa untuk menghubungi call center 112 apabila terjadi kegawatdaruratan,” pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kampung Siaga Bencana (KSB) di 9 Kelurahan rawan bencana dan Saka Bina Sosial secara bersama-sama menggelar Apel Siaga Bencana di samping Kantor Dinsos Kota Tangerang (Mako Tagana), Rabu, 17 Desember 2025 lalu.

Kepala Dinsos Kota Tangerang, Mulyani, mengatakan bahwa apel siaga ini digelar sebagai upaya antisipasi menghadapi potensi bencana di akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengecek kekuatan dan kesiapan sumber daya dan sarana prasarana dalam penanggulangan bencana yang menjadi kewenangan Dinas Sosial Kota Tangerang.

“Hari ini Dinas Sosial Kota Tangerang mengadakan apel siaga bencana dalam rangka mengantisipasi terjadinya potensi bencana di akhir tahun 2025 dan juga awal tahun depan. Kami mengecek kekuatan kami, mulai dari sumber daya manusia, peralatan dapur umum, kendaraan rescue, hingga persediaan logistik lainnya seperti sandang dan pangan,” ujar Mulyani.

Selain apel, Dinsos Kota Tangerang juga melakukan peninjauan langsung terhadap kelengkapan sarana dan prasarana penanganan bencana dan persediaan logistik bencana. Pemeriksaan meliputi kelayakan kendaraan rescue, kendaraan operasional lainnya, kesiapan peralatan dapur umum, serta ketersediaan stok logistik bantuan bagi korban bencana.

“Kami memastikan kelayakan kendaraan rescue dan kendaraan pendukung lainnya, termasuk peralatan dapur umum dan kesiapan logistik atau buffer stock yang akan digunakan untuk membantu masyarakat saat kondisi darurat maupun pascabencana,” tambahnya.

Mulyani menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran saat bencana terjadi. Ia juga mengimbau masyarakat seperti Kampung Siaga Bencana (KSB) dan masyarakat perorangan maupun bersama-sama untuk ikut berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana, terutama menghadapi ancaman yang sering muncul di musim penghujan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan langkah antisipasi terhadap potensi bencana seperti banjir dan pohon tumbang,” pungkasnya.(*)

Pos terkait