TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Hipertensi dan diabetes melitus menjadi dua penyakit tidak menular paling mematikan yang banyak menyerang warga Kabupaten Tangerang.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengungkapkan berdasarkan data penyakit tidak menular tahun 2024–2025, hipertensi menempati posisi tertinggi dengan jumlah penderita paling banyak, disusul diabetes melitus di urutan kedua.
“Kasus hipertensi memang mengalami penurunan, namun tetap menjadi penyebab kematian tertinggi,” ujar Hendra, Minggu 7 Desember 2025.
Data menunjukkan, jumlah penderita hipertensi pada 2024 tercatat 714.806 kasus, menurun menjadi 692.252 kasus pada 2025. Meski demikian, jumlah kematian akibat hipertensi masih tergolong tinggi, yakni 102 jiwa pada 2024 dan 25 jiwa pada 2025.
“Jika dilihat dari angka kematian, hipertensi masih menjadi yang tertinggi bersama diabetes melitus,” jelasnya.
Hendra menjelaskan, hipertensi dipicu oleh berbagai faktor, antara lain stres akibat tekanan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga, konsumsi garam berlebih, kebiasaan merokok, obesitas, serta konsumsi alkohol berlebihan yang berdampak pada kesehatan pembuluh darah.
Selain hipertensi, diabetes melitus juga menjadi penyakit tidak menular dengan tingkat kematian tinggi. Pada 2024, tercatat 48.321 kasus diabetes dengan 32 kematian. Angka tersebut meningkat pada 2025 menjadi 48.815 kasus dengan 60 kematian.
“Terjadi kenaikan jumlah penderita dan kematian akibat diabetes melitus dari 2024 ke 2025,” kata Hendra.
Untuk menekan angka tersebut, Pemkab Tangerang terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.
“Gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang, olahraga teratur, dan menghindari rokok, sangat penting untuk menurunkan risiko hipertensi dan diabetes melitus,” pungkasnya. (*)











