JATIUWUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam rangka meningkatkan kesiagaan kepada siswa, SDN Jatake 5, Kecamatan Jatiuwung, menggelar sosialisasi kepada siswa mengenai kesigapan dalam mengatasi luka saat melakukan aktivitas. Hal tersebut, agar siswa bisa mengatasi dirinya saat terluka ketika beraktivitas di sekolah ataupun di luar sekolah.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa di ajarkan mengatasi luka saat terluka di manapun mereka berada. Hal tersebut, untuk mengajarkan kemandirian dan juga mengajarkan keberanian agar saat terluka tidak perlu menangis dan bisa mengobati luka tersebut. Sehingga, siswa tidak manja dan juga tidak menangis saat mereka terluka.
Kepala SDN Jatake 5 Rukmini mengatakan, sosialisasi kesiagaan kepada siswa untuk memberikan rasa berani dan kemandirian, agar siswa saat terluka tidak menangis dan juga tidak panik. Maka dari itu, dengan sosialisasi tersebut siswa bisa berani dan bisa mengatasi luka saat mereka terluka ketika beraktivitas.
“Dengan sosialisasi ini, kita bisa berikan kepada siswa tentang kemandirian dan juga bisa membuat mereka bisa mengatasi dirinya saat terluka. Sehingga, mereka tidak menangis dan takut ketika terjatuh ataupun hal lainnya yang menimbulkan luka di tubuh mereka,”ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 9 November 2025.
Rukmini menambahkan, dirinya juga meminta siswa untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas di sekolah ataupun di luar sekola. Hal tersebut, untuk bisa beri kewaspadaan kepada siswa agar mereka bisa berhati-hati dan tidak mengalami hal yang tidak di inginkan. Jadi, siswa tahu mana yang berbahaya dan mana yang tidak.
“Kit juga berikan kepada siswa tentang kewaspadaan diri agar mereka tetap waspada dan berhati-hati, agar mereka juga di luar bisa waspada dan tidak terluka saat melakukan aktivitas. Selain itu, siswa juga di ajarkan bagaimana mengobati lukanya sehingga bisa mengatasi semua keadaan,”paparnya.
Ia menjelaskan, para siswa juga bisa memberikan pertolongan kepada temannya saat teman mereka terluka, sehingga siswa juga bisa membantu teman mereka terluka saat bermain ataupun sedang melakukan kegiatan di sekolah. Jadi, siswa lebih percaya diri dan lebih berani saat mereka terluka.
“Jadi, mereka bisa melakukan pertolongan pertama saat ada yang luka. Sehingga, siswa bisa membantu yang lain saat terluka dan saat temannya mengalami hal kecelakaan ringan. Maka itu, siswa bisa mengatasi dirinya dan temannya sehingga orangtua tidak terlalu khawatir saat anaknya melakukan aktivitas di luar rumah,”tutupnya. (*)











