Hidupkan Budaya Gotong Royong, Warga Perbaiki Jembatan Rusak Akses Pertanian

Anggota DPRD Kabupaten Serang Komisi III dari Partai Nasdem Pendi asal Kecamatan Cikeusal, ikut serta bersama warga dalam memperbaiki jembatan yang rusak, di Kampung Bagoang, Desa Gandayasa, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, kemarin. Foto : DPRDKabupatenSerang/Bantenekspres.co.id

CIKEUSAL,BANTENEKSPRES.CO.ID – Warga Kampung Bagoang, Desa Gandayasa, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, menghidupkan kembali budaya gotong royong memperbaiki jembatan rusak.

Jembatan ini, kondisinya sudah rusak parah dan berpondasikan kayu yang rawan jeblos serta tentu membahayakan warga yang melintasinya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, jembatan ini juga merupakan akses penting untuk pertanian, karena setiap harinya selalu dilewati petani, untuk pergi ke persawahan yang ada diseberang jalan.

Anggota DPRD Kabupaten Serang Komisi III dari Partai Nasdem Pendi asal Kecamatan Cikeusal mengatakan, jembatan ini merupakan akses satu-satunya warga sekitar pergi ke persawahan diseberang jalan untuk bertani, namun kondisinya sudah tidak layak atau rusak dilalui lagi.

Sehingga, dilakukan perbaikan jembatan atas keinginan warga sekitar dengan bergotongroyong, demi kemudahan akses pertanian.

“Jembatan ini akses satu-satunya untuk pertanian, bisa lewat jalan lain namun jauh jaraknya, maka warga berinisiatif mengajak saya, kepala desa, dan tokoh masyarakat lainnya bersama-sama memperbaiki jembatan tersebut,” katanya kepada wartawan melalui telepon seluler, Minggu 9 November 2025.

Pendi mengaku, anggaran yang digunakan dalam perbaikan jembatan tidak berasal dari pemerintah, melainkan patungan dari para donatur setempat yang memiliki pendataan lebih.

Kemudian, banyak warga sekitar juga ikut turut membantu menyumbangkan tenaganya untuk memperbaiki jembatan.

“Perbaikan jembatan ini, tanpa bantuan dari APBD pemerintah kabupaten ataupun provinsi, ini real dari para donatur tidak ada iuran dari warga, para warga hanya membantu tenaganya saja. Alhamdulillah berjalan dengan lancar, meski tidak mewah namun bisa dilalui oleh warga dengan nyaman dan aman,” ujarnya.

Dikatakan Pendi, pembangunan jembatan dilakukan secara bergotongroyong dengan penuh antusias warga ikut membantu, yang ditargetkan pengerjaannya selesai hari ini Minggu 9 November yang dimulai sejak kemarin Sabtu 8 November.

Ia mengaku, budaya gotongroyong ini tidak boleh hilang atau punah maka perlu dirawat dan dijaga, untuk merawat kebersamaan yang sudah turun menurun sejak dahulu dilakukan.

“Hari ini ditargetkan tuntas, biar besok bisa dilalui dengan aman dan nyaman tanpa khawatir lagi akan terjadi bahaya. Namun, yang terpenting yaitu gotongroyongnya, Alhamdulillah warga sangat antusias, dan tentu tradisi ini harus dijaga jangan sampai punah,” ucapnya. (*)

 

Pos terkait