RANGKASBITUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Untuk mengurangi resiko potensi gempa Megathrust yang dapat memicu gelombang tsunami. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten telah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) disejumlah wilayah yang berpotensi bencana Megathrust.
“Khusus warga pesisir pantai selatan di Kabupaten Lebak yang berhadapan langsung dengan Perairan Samudera Hindia sudah membentuk Destana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama di Rangkasbitung, Kamis 30 Oktober 2025.
Pembentukan Destana tersebut, kata Febby, guna mengurangi risiko potensi bencana gempa Megathrust yang dapat menimbulkan gelombang tsunami. Selama ini, wilayah pesisir selatan masuk daerah rawan tsunami, karena terdapat pertemuan (tumpukan) lempeng di Samudera Hindia, Australia-Benua Asia.
“Oleh karena itu, kami telah melakukan mitigasi kebencanaan dengan memasang 120 jalur evakuasi, termasuk arah petunjuk,” ujarnya.
Destana yang terbentuk, kata Febby, mereka sudah mengikuti pelatihan dan simulasi untuk mengurangi risiko potensi mitigasi bencana Megathrust yang memicu tsunami.
“Kami minta warga pesisir yang belum membentuk Destana, agar membentuk sehingga dipastikan memahami bagaimana penyelamatan jika terjadi Megathrust dengan kekuatan 8,7 M,” tuturnya.
Menurut dia, pembentukan Destana itu sesuai program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), agar mampu memitigasi potensi bencana Megathrust sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
“BPBD Lebak secara berkelanjutan menyampaikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk penyelamatan. Kami minta masyarakat tetap waspada dan tidak panik jika terjadi bencana,” ucapnya.(*)











