Warga Kota Serang Berpeluang Kerja dan Kuliah di Korea Selatan Lewat Program Sister City

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menerima kunjungan perwakilan dari Korea Selatan di ruang kerjanya, Rabu 24 September 2025.

CIPOCOK JAYA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tengah menjajaki kerja sama Sister City dengan salah satu kota di Korea Selatan. Kerja sama ini difokuskan pada bidang ketenagakerjaan dan pendidikan, dengan peluang besar bagi warga Serang untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan ke Negeri Ginseng.

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk membuka akses lebih luas bagi generasi muda Serang. “Bentuk kerja samanya di bidang ketenagakerjaan dan pendidikan. Nanti warga Kota Serang akan dilatih melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), kemudian dikirim untuk bekerja di Korea. Selain itu, ada juga program beasiswa,” ujarnya, Rabu 24 September 2025.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, proses kerja sama ini masih berada pada tahap awal dan membutuhkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Salah satu syarat utama adalah adanya dokumen Letter of Agreement (LOA). “Prosesnya diperkirakan sekitar dua bulan. Targetnya, dalam enam bulan kerja sama ini sudah bisa berjalan, sehingga tahun depan bisa langsung running,” jelasnya.

Nur Agis menyebutkan ada dua sektor utama yang saat ini paling dibutuhkan di Korea, yakni tenaga perawat/asisten perawat serta tenaga kurir dan kebersihan (office boy). Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya sektor lain di masa mendatang, termasuk peluang investasi. “Ke depan kita juga membuka peluang kerja sama dengan Jepang. Jepang sendiri saat ini membutuhkan hampir 100 ribu tenaga kerja, terutama di bidang perawatan,” tambahnya.

Pemkot Serang menargetkan pengiriman tenaga kerja secara bertahap. Untuk tahap awal, kata Agis, jumlahnya sekitar 300–500 orang. “Tapi ini masih akan dibicarakan dengan Pak Wali. Korea sendiri menantang kita menyiapkan hingga 1.000 orang per tahun,” ungkapnya.

Agar bisa lolos, para calon tenaga kerja diwajibkan menguasai bahasa Korea, lolos tes kesehatan, dan memiliki keterampilan sesuai bidang. Untuk menunjang kesiapan peserta, pelatihan rencananya dilakukan di Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Serang.

“Saya sudah komunikasikan dengan kepala BBLKI, dan mereka siap menjadi tempat pelatihan. Proses bisa dimulai awal tahun depan setelah izin Kemendagri selesai,” ujarnya.

Sementara itu untuk biaya pelatihan bahasa kemungkinan besar akan difasilitasi bahkan gratis. Sementara itu, biaya pemberangkatan akan ditanggung oleh pihak Korea setelah peserta dinyatakan lolos seleksi. “Masyarakat tidak perlu khawatir, Insyaallah difasilitasi,” kata Agis.

Dalam tahap awal, program ini akan melibatkan Dinas Tenaga Kerja sebagai leading sector. Ke depan, Pemkot juga berencana menggandeng Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora), mengingat sasaran utamanya adalah lulusan SMA/SMK berusia produktif. “Yang diminta adalah usia produktif. Jadi jelas tidak mungkin kita mengirim yang sudah terlalu tua,” tegasnya.

Nur Agis berharap, kerja sama ini menjadi pintu masuk bagi warga Serang untuk mendapatkan pengalaman internasional sekaligus meningkatkan taraf hidup. Selain membuka lapangan kerja, program ini juga diharapkan dapat memacu semangat anak muda untuk meningkatkan kompetensi, terutama dalam penguasaan bahasa asing dan keterampilan kerja. “Kalau ini berhasil, Serang bisa menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengiriman tenaga kerja terlatih ke luar negeri,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aldi Alpian Indra

Pos terkait