TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kejuaraan Perbasi Cup 2025 yang digelar belum lama disambut antusias para remaja terutama dari kalangan pelajar Kota Tangerang. Animo terhadap basket terbilang luar biasa. Even Perbasi yang digelar di GOR Dimyati, Tangerang dipadati ribuan pelajar hingga tak mampu menampung antusias pendukung.
Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri S Permana mengatakan, melihat animo remaja Kota Tangerang dalam perhelatan Perbasi Cup 2025 yang digelar di GOR Dimyati, kapasitas venue perlu dilakukan penambahan lantaran tidak dapat menampung ribuan penggemar olahraga basket.
“Kalau berbicara fasilitas lapangan sudah sangat mumpuni ya sesuai dengan standar FIBA, tapi hari ini kapasitas penontonnya memang yang kurang dan kebutuhan terhadap venue yang lebih besar menjadi sebuah tumpuan prioritas,” kata Andri saat ditemui, belum lama ini
Andri yang juga Ketua Umum Perbasi Kota Tangerang menyampaikan, selama 4 tahun berturut-turut menggelar even, pihaknya selalu terkendala kapasitas venue. “Ini mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Tangerang karena kita juga sama-sama tahu Pak Gubernur berharap Provinsi Banten bisa menjadi tuan rumah PON dan kami yakin Pemerintah Kota Tangerang menjadi supporting system yang paling unggul terkait masalah venue-venue olahraga di Kota Tangerang,” kata Andri.
Menurut politisi dari PDI-Perjuangan ini, hadirnya venue yang lebih besar menjadi sebuah kebutuhan prioritas. “Mudah-mudahan juga bisa mix dengan cabor lain tapi memang kebutuhan terkait tambahan venue dengan kapasitas yang lebih banyak itu sangat-sangat menjadi prioritas,” jelasnya.
Dia juga berharap agar keseriusan keinginan menjadi Banten tuan rumah pada gelaran pekan olahraga Nasional (PON) juga diikuti oleh keseriusan pembuatan venue-venue agar menunjang apa yang menjadi kampanye gubernur.
Andri memaparkan, bahwa diferensiasi Perbasi Cup 2025 dari tiga tahun ke belakang pada tahun keempat ini perbedaannya bahwa basket di Kota Tangerang menunjukkan basket menjadi industri besar. “Kita bisa lihat di setiap pertandingan terutama game anak-anak SMA kapasitas GOR sudah tidak bisa menampung animo masyarakat kota Tangerang yang sangat tinggi. Jadi kalo bicara indikator keberhasilan dari situ sangat berhasil, membangun ekosistem basket di kota Tangerang menjadi sebuah industri,” paparnya.
Oleh karenanya, dia berharap agar ke depan animo ini linier dengan prestasi anak-anak basket di level SMA maupun di level kompetisi lainnya. “Sebab basket ini saat berbicara identitas sekolah juga menjadi sebuah pribadi buat anak-anak SMA terutama yang ada di Kota Tangerang dan saat berbicara euforia semua ingin menjadi bagian dari tim tersebut tidak hanya atlet-atlet yang bertanding di lapangan tapi semua anak sekolahnya juga pengen terlibat menjadi kelompok suporter teman sekolahnya,” ujarnya.
“Ini menjadi sehat karena akhirnya ekosistem besar ini melibatkan semua elemen dan yang pasti anak-anak SMA di Kota Tangerang ini sangat keren mereka bisa menjaga kondusifitas, mereka tetap bisa memberikan support timnya dan ini sebuah poin yang kita harus apresiasi bersama,” pungkasnya. (*)
Reporter : Abdul Aziz











