“Pasokan ada penurunan sedikit yang disebabkan oleh berakhirnya musim panen padi di triwulan II kemarin. Sekadang lagi masuk masa tanam jadi produksi padi yang didistribusikan ke distributor ada penurunan,” katanya.
Meski begitu, BI Banten yang juga sebagai anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan upaya pengendalian inflasi pangan. Mulai dari pemantauan harga di level konsumen pasar tradisional maupun modern, untuk melihat perkembangan harga sesuai HET.
“Kemudian pemantauan stok di level distributor untuk melihat kecukupan stok, dan menganalisis surplus-defisit pasokan (neraca pangan),” katanya.
Ia juga mendorong kerjasama antar daerah (KAD) antara daerah yang defisit dengan surplus.
Menurutnya, Banten sebenarnya daerah penghasil padi atau beras khususnya daerah Banten Selatan yakni Kabupaten Pandeglang, dan Lebak.
“Kita dorong supaya daerah ini dapat mensuplai kebutuhan beras di pasar-pasar seluruh Banten hingga ke Tangerang, Serang, Cilegon,” jelasnya.










