“Kalau misalkan sampai anak-anak didik itu masuk pada ajaran baru lagi, maka akan merepotkan masyarakat. Maka pas hari libur diadakannya,” ujar Wahyu kepada wartawan, Minggu (22/6).
Adapun solusi yang ditawarkan pemerintah kepada warga terdampak masih sama seperti sebelumnya. Yakni pemberian hunian sementara (rusunawa) yang terletak di Kaujon dan Margaluyu bagi mereka yang rumahnya terkena pembongkaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal yang layak selama masa transisi.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa pendataan terhadap warga terdampak telah dilakukan, khususnya untuk menentukan siapa saja yang diprioritaskan menempati rusunawa. Pendataan ini dilakukan agar proses relokasi berjalan tertib dan bantuan tempat tinggal dapat tepat sasaran.
“Kita sudah melakukan pendataan dari lansia, kemudian yang mampu dan tidak mampu, terus juga yang diprioritaskan untuk menempati di lantai 1 itu juga sudah di persiapkan kan skema-skemanya,” jelas Wahyu.










