”Ini bentuk kepedulian kita agar bersama menjaga lingkungan sekitar. Karena, dengan menuangkan cairan eco enzyme di saluran air, bisa mencegah adanya bakteri dan juga membantu menjaga lingkungan sekitar sekolah,”ujarnya kepada Banten Ekspres, Kamis (24/4).
Timing menambahkan, pembuatan eco enzime adalah salah satu praktek belajar yang telah ditentukan kelompok belajarnya. Bahkan, para siswa dengan sendirinya membuat eco enzime dengan bahan buah yang di fermentasi selanjutnya dari fermentasi buah jadilah cairan pupuk.
”Pembuatan eco enzyme adalah salah satu tugas praktik, jadi wajib dilaksanakan oleh siswa, dan harus mereka praktikan untuk bisa mendapat nilai tambahan dari hasil yang mereka lakukan bersama,” paparnya.
Ia menjelaskan, siswa juga harus mengetahui prosesnya. Ini karena dengan cara tersebut bisa mendapatkan pengalaman baru. Dia memaprkan, eco enzyme juga bisa menjadi nilai ekonomis karena bisa dijual kepada masyarakat karena bisa dipakai untuk tumbuhan karena bisa menyuburkan.
”Jadi siswa bisa belajar di rumah sendiri. Bisa juga dikembangkan dan bisa di jual hasil karya mereka. Maka itu kami latih mereka melalui praktik belajar ini. Selain bisa membantu menjaga lingkungan sekitar, cara ini bisa mengajak siswa peduli terhadap lingkungan,” tutupnya.(ran)










