Haerudin menambahkan, mereka diajak mengumpulkan sampah daun, selanjutnya diolah menjadi pupuk. Selain itu, selama Ramadan juga kegiatan keagamaan juga dilakukan sebagai pengganti kegiatan belajar di luar bulan suci Ramadan.
”Pembuatan pupuk juga dibantu oleh guru dan juga petugas kebersihan sekolah. Jadi para siswa tidak kesulitan dalam melakukan praktik. Kita juga tidak ingin siswa kelelahan agar mereka tetap menjaga puasa mereka. Walaupun ada siswa yang berpuasa setengah hari tetapi mereka tetap menghormati siswa lain,” paparnya.
Ia menjelaskan, dengan membuat pupuk kompos juga bisa membuat lingkungan sekolah bersih. Ini karena sampah daun dikumpulkan dan didaur ulang untuk dijadikan pupuk. Hak ini juga bisa menjadi pembelajaran siswa untuk tetap menjaga lingkungan sekolah dari sampah.
”Menjaga lingkungan sekolah tetap bersih, sala satu dari ibadah. Maka itu, kita ajak mereka beribadah dengan cara lain tidak hanya dengan mengaji ataupun kegiatan agama lainnya. Menjaga lingkungan sekolah bersih salah satu ibadah yang juga harus kita lakukan,” tutupnya.(ran)











